“Sebagian besar pendapatan yang dicatatkan di tahun 2022 berasal dari penjualan lahan industri perseroan, khususnya bisnis pusat data,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto dalam keterangan resminya, Jakarta, dikutip Jumat (3/3/2023).
Dari sisi fundamental, jumlah aset DMAS per 31 Desember 2022 tercatat sebesar Rp6,62 triliun, lebih tinggi 8,3% dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2021 yang sebesar Rp6,11 triliun. Begitupun dengan kas bersih perseroan yang naik menjadi Rp763 miliar, dari akhir Desember 2021 lalu yang sebesar Rp599 miliar.
Tondy mengungkapkan, dengan posisi kas yang ada, perseroan akan mendanai kegiatan operasionalnya untuk meraih pencapaian yang optimal.
Selain itu, DMAS berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk menjadi kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, hunian, dan komersial.