sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Laba KAI Group Merosot 73 Persen di Tengah Kenaikan Pendapatan Jadi Rp17,96 Triliun

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
04/08/2026 16:25 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp314,03 miliar pada semester I-2026.
Laba KAI Group Merosot 73 Persen di Tengah Kenaikan Pendapatan Jadi Rp17,96 Triliun. (Foto Istimewa)
Laba KAI Group Merosot 73 Persen di Tengah Kenaikan Pendapatan Jadi Rp17,96 Triliun. (Foto Istimewa)

Selain layanan penumpang, angkutan barang turut menopang kegiatan bisnis KAI. Sepanjang semester I-2026, KAI melayani 32.498.043 ton barang, terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.

Layanan tersebut mendukung distribusi komoditas strategis untuk kebutuhan energi, industri, perkebunan, peti kemas, semen, bahan bakar, dan berbagai kebutuhan logistik lainnya. Kereta api memiliki kapasitas besar dan jadwal perjalanan yang terencana sehingga dapat mendukung kelancaran rantai pasok nasional.

Penguatan layanan barang juga dilakukan melalui penambahan sarana. Hingga semester I-2026, sebanyak 1.080 gerbong datar telah tiba untuk memperkuat kapasitas angkutan barang di Sumatera. 

KAI juga mengembangkan layanan KA Brumbung Cargo dengan kapasitas hingga 800 ton per rangkaian.

Pada semester I-2026, angkutan peti kemas KAI tercatat mencapai sekitar 2,62 juta ton. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memberikan pilihan distribusi berbasis rel yang berkapasitas besar, terjadwal, dan terhubung dengan pusat kegiatan industri serta logistik.

“Layanan barang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi nasional. Penguatan sarana dan layanan terus dilakukan agar kereta api dapat melayani kebutuhan dunia usaha secara lebih efisien sekaligus membantu menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis,” ujar Anne.

Sebagai informasi tambahan, total aset KAI Group per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp104,79 triliun. Total liabilitas mencapai Rp65,11 triliun, turun dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp66,14 triliun. Sementara itu, total ekuitas meningkat dari Rp39,29 triliun menjadi Rp39,69 triliun.

Aset lancar KAI Group meningkat dari Rp19,40 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp21,04 triliun pada 30 Juni 2026. Pada periode yang sama, kewajiban jangka pendek turun dari Rp16,20 triliun menjadi Rp15,17 triliun. Dengan demikian, aset lancar perusahaan tetap berada di atas kewajiban yang perlu diselesaikan dalam jangka pendek.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement