AALI
8425
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4310
ACES
610
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
735
ADMF
8275
ADMG
168
ADRO
4160
AGAR
294
AGII
2210
AGRO
595
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
183
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1365
AKSI
320
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.63
-0.31%
-1.65
IHSG
7064.94
-0.17%
-11.69
LQ45
1007.45
-0.32%
-3.24
HSI
17831.83
-1%
-180.32
N225
27172.40
-0.51%
-138.90
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,647 / gram

Lagi, Seorang PNS di Kemendag Jadi Tersangka Mafia Impor Baja

ECONOMICS
Erfan Maruf
Jum'at, 20 Mei 2022 07:03 WIB
Salah satu pejabat di lingkungan Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan korupsi impor baja.
Lagi, Seorang PNS di Kemendag Jadi Tersangka Mafia Impor Baja. (Foto: MNC Media)
Lagi, Seorang PNS di Kemendag Jadi Tersangka Mafia Impor Baja. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Salah satu pejabat di lingkungan Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan korupsi impor baja sepanjang 2016-2021 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Tersangka tersebut bernama bernama Tahan Banurea (TB) selaku Kasubag Tata Usaha Periode 2017-2018 dan Kasi Barang Aneka Industri Periode 2018-2020 pada Direktorat Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

"TB sebagai tersangka sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016-2021, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-23/F.2/Fd.2/05/2022 tanggal 19 Mei 2022," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana, Jumat (20/5/2022).

Sebagai ASN yang memegang jabatan  dia memiliki sejumlah tugas seperti urusan kepegawaian, administrasi keuangan, persuratan, kearsipan, dokumentasi dan rumah tangga direktorat. Dia bertugas meregistrasi surat masuk dan keluar dari Direktorat Impor termasuk pemberian nomor surat keluar (PI & Sujel) periode 2017. 

"Pada jabatannya siap menerima sejumlah uang Rp50 juta rupiah sebagai imbalan pengurusan Sujel," tambahnya. 

Kemudian selaku Kasi Barang Aneka Industri Periode 2018-2020 pada Direktorat Impor Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI dia bertugas memproses draf persetujuan impor besi baja, baja paduan dan turunannya yang diajukan pelaku usaha/importir.

"Setelah ada disposisi Kasubdit Barang Aneka Industri dan Bahan Baku Industri kemudian Kasi melakukan pengecekan terhadap permohonan yang masuk serta menyiapkan draf jawaban," jelasnya.

Kasi memberikan paraf pada draf Sujel dan melakukan pengecekan secara berjenjang sampai dengan Direktur kemudian diajukan ke Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan RI untuk dilakukan pengesahan/tanda tangan, selanjutnya dikirimkan kepada pelaku usaha/importir.

"Pernah diajak oleh Kasubdit Barang Aneka Industri (Moh. A) untuk mengetik konsep Sujel yang disampaikan secara langsung/lisan oleh Dirjen Daglu (IWW) perihal penjelasan pengeluaran barang," kata Ketut.

"Mengenal dan pernah bertemu dengan BHL karena dikenalkan oleh Alm Chandra di lobby Kemendag tahun 2018," sambungnya.

Kejagung langsung melakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Salemba cabang Kejari Jakarta Selatan untuk mempercepat proses penyidikan

"Selama 20 hari terhitung mulai tanggal 19 Mei 2022 sampai dengan 07 Juni 2022," ujar Ketut. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD