Keputusan untuk melakukan efisiensi dan pemotongan pada program berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) dinilai sebagai langkah penyelamatan fiskal yang sangat bijak di tengah ketatnya pasar surat utang global.
"Pemerintah menjadi rasional memotong MBG dan KDMP, saat sudah berdarah-darah, dan sulitnya masuk ke pasar surat utang dengan tekanan persepsi fiskalnya plus naiknya yield global. Ini positif," katanya.
Meski mengapresiasi kesuksesan strategi jangka pendek (short-run) otoritas yang berhasil membalikkan arah kurva pergerakan rupiah dan IHSG ke zona hijau, Yanuar mengingatkan pemerintah tidak boleh terlena.
Penguatan fundamental ekonomi jangka panjang harus segera menyasar pada perbaikan daya beli kelas menengah yang mulai tergerus akibat fenomena inflasi dorongan biaya (cost-push inflation).
Dengan demikian, Yanuar menekankan pentingnya bagi para pembuat kebijakan untuk mendengarkan aspirasi publik, termasuk pesan penyeimbang dari aksi demonstrasi mahasiswa.
Pemerintah diharapkan mampu menjaga harapan (hope) generasi muda dengan tetap menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat sipil guna memastikan roda transformasi ekonomi berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.
(Dhera Arizona)