AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Lebih Menular dari Delta, Omicron Bisa Kembali Menginfeksi Penyintas Covid-19

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Rabu, 08 Desember 2021 07:56 WIB
Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan varian Omicron lebih mudah menular dan meningkatkan risiko infeksi berulang lebih tinggi.
Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan varian Omicron lebih mudah menular dan meningkatkan risiko infeksi berulang lebih tinggi.  (Foto: MNC Media)
Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan varian Omicron lebih mudah menular dan meningkatkan risiko infeksi berulang lebih tinggi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Kesehatan Singapura mengeluarkan pernyataan cukup berani menyoal varian Omicron. Menurut mereka, varian Omicron lebih mudah menular dan meningkatkan risiko infeksi berulang lebih tinggi dibandingkan varian Delta dan Beta.

"Artinya, orang yang sudah pulih dari Covid-19 bisa terinfeksi lagi karena Omicron," terang Kemenkes Singapura dalam keterangan resminya, dikutip MNC Portal dari NDTV, Rabu (8/12/2021).

Singapura sendiri belum lama ini  melaporkan kasus Omicron baru pada Minggu (5/12/2021). Virus tersebut mengifeksi penduduk Singapura berusia 37 tahun dan sudah divaksinasi. Sebelumnya dia berada di penerbangan yang sama dengan dua kasus Omicron sebelumnya yang baru tiba dari Afrika Selatan pada 1 Desember 2021.

Negara tersebut terus memperbaharui informasi soal Omicron dibantu para ahli dari negara-negara yang terkena dampak Omicron. Tinjauan kasus dari Afrika Selatan pun terus dilakukan.

"Informasi terus kami perbaharui, meski masih banyak pertanyaan yang belum ada jawaban jelasnya," ungkap Kemenkes Singapura.

Kini, Singapura tengah melakukan studi terkait efektivitas vaksin Covid-19 yang sudah ada terhadap varian Omicron. "Tetapi, para ahli meyakini bahwa vaksin yang ada masih cukup kuat melindungi orang dari penyakit parah akibat infeksi Omicron," tambah Kemenkes Singapura.

Pemberian vaksin booster pun dilakukan di Singapura dengan berlandaskan bahwa booster dapat memberi pertahanan lebih kuat sehingga melindungi seseorang dari varian Covid-19 yang ada pun yang akan datang.

"Soal seberapa berbahaya Omicron, sejauh ini diketahui bahwa varian B.1.1.529 ini gejalanya ringan dan tidak ada kematian karenanya," terang Kemenkes Singapura.

Gejala yang paling sering dilaporkan adalah sakit tenggorokan, kelelahan, dan batuk. Meski begitu, informasi lebih banyak diperlukan untuk memberi kejelasan terkait varian Omicron ini. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD