"Memang investasi luar negeri ini tetap terjadi, karena mereka melihat bahwa di tempat kita masih menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan itu yang mereka lihat," ujar Rosan dalam konferensi pers Realisasi Investasi 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya menjadi tujuan utama dengan nilai investasi USD14,6 miliar atau sekitar 26,0 persen dari total PMA.
Posisi berikutnya ditempati Pertambangan sebesar USD4,7 miliar (8,4 persen), diikuti Jasa Lainnya USD4,5 miliar (8,0 persen), Industri Kimia dan Farmasi USD3,8 miliar (6,8 persen), serta Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi USD3,3 miliar (5,8 persen).
Sementara itu, pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), investasi paling besar mengalir ke sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi dengan nilai Rp158,6 triliun (15,4 persen).
Di peringkat kedua ada Pertambangan sebesar Rp123,8 triliun (12,0 persen), disusul Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp99,6 triliun (9,7 persen), Jasa Lainnya Rp98,6 triliun (9,6 persen), serta Perdagangan dan Reparasi Rp92,9 triliun (9,0 persen).
Penulis: Nasywa Salsabila
(Dhera Arizona)