AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Mal Masih Sepi, Tingkat Kunjungan Didominasi oleh Restoran

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Senin, 20 September 2021 09:07 WIB
Okupansi atau tingkat keterisian pusat perbelanjaan atau mal di minggu ini masih cenderung sedikit dan bergeral lambat.
Okupansi atau tingkat keterisian pusat perbelanjaan atau mal di minggu ini masih cenderung sedikit dan bergeral lambat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengtatakan  okupansi atau tingkat keterisian pusat perbelanjaan atau mal di minggu ini masih cenderung sedikit dan bergerak lambat bahkan tingkat kunjungannya belum mencapai 50 %.

Pihaknya mencatat pada minggu ini, rata - rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan atau mal saat ini adalah sekitar 35% dengan kategori makanan dan minuman yang masih mendominasi.

“Ya tentu masih cenderung bergerak naik secara bertahap dan cenderung lambat. Untuk rata- rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan saat ini adalah sekitar 35% dengan kategori makanan dan minuman (mamin) yang masih mendominasi,” kata Alphonzus saat dihubungi MNC News Portal Indonesia, Senin (20/9/2021). 

Seiring dengan tahapan pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah yang juga dilakukan secara bertahap dan terbatas dirinya mengaku tingkat  kunjungan ke Pusat Perbelanjaan masih belum kembali seperti pada semester I / 2021 ataupun pada triwulan II / 2021.

“Karena sampai dengan saat ini masih ada berbagai pembatasan seperti usia kurang dari 12 tahun masih belum diperbolehkan untuk masuk ke Pusat Perbelanjaan, waktu makan di tempat (dine - in)masih dibatasi, tempat bermain anak dan tempat hiburan masih belum diperbolehkan untuk beroperasi dan pembatasan lainnya,” paparnya. 

Tak hanya itu. Alphonzus menjelaskan saat ini pusat perbelanjaan memberlakukan dua lapis protokol masuk untuk pengunjung, yakni protokol kesehatan serta wajib vaksinasi yang diverifikasi melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Ya  tak masalah, sekarang orang mendatangi pusat tentu harus menscan telah terbukti mampu mencegah orang-orang yang terpapar Covid-19 untuk memasuki tempat publik tersebut,” ujarnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD