AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Mantap! 2 Ton Tanaman Stevia Asal Minahasa Tembus Pasar Korsel

ECONOMICS
Subhan/Kontributor Manado
Selasa, 28 September 2021 15:11 WIB
Untuk pertama kalinya, tanaman stevia asal Sulawesi Utara berhasil menembus pasar Korea Selatan (Korsel).
Mantap! 2 Ton Tanaman Stevia Asal Minahasa Tembus Pasar Korsel. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Untuk pertama kalinya, tanaman stevia asal Sulawesi Utara berhasil menembus pasar Korea Selatan (Korsel). Sebanyak dua ton tanaman yang dibudidayakan di Kakas Barat, Kabupaten Minahasa menjalani ekspor perdana ke negara K-Pop tersebut.

Sebanyak dua ton Komoditas tersebut dilepas langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Yeittij Fonnie Roring. Dalam sambutannya, dia mengatakan pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) akan selalu mendukung ekspor pertanian, terlebih beberapa waktu yang lalu Sulut melalui Bapak Gubernur, Olly Dondokambey menerima penghargaan abdi Bakti Tani langsung dari Presiden Republik Indonesia. 

"Sebelumnya, pihak Stevia Farm Korea memutuskan Sulawesi Utara sebagai daerah yang paling tepat untuk pengembangan tanaman berdaun manis tersebut dan akhirnya sukses dibudidayakan di lahan milik warga setempat," kata Yeittij.

Oktavianus selaku Direktur Utama PT BKS yang dipercayakan Stevia Farm Korea sebagai pengelola perkebunan tersebut mengungkapkan penyiapan lahan dan penanaman bibit sudah dilakukan dari tahun lalu dan terus dikembangkan sampai sepuluh tahun ke depan. 

“Tanaman stevia merupakan bahan pemanis pengganti gula tebu yang diklaim lebih sehat karena memiliki kalori yang rendah, terbukti tanaman ini telah lama popular di negara-negara maju seperti Korea dan Jepang," ujar Oktavianus 

Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, mengungkapkan Stevia Farm berencana akan mengembangkan perkebunan tersebut hingga 40.000 ha dengan bermitra dengan petani lokal.

"Pasarnya di luar negeri sangat besar karena stevia ini akan diproduksi sebagai pemanis pengganti gula tebu untuk produk makanan, minuman dan kosmetik. Dengan pemerintah daerah dan semua pihak, kita akan dukung investasi ini,” ungkapnya. 

Beliau menambahkan PT BKS kian menambah deretan ekspotir baru Sulut Tahun ini, total keseluruhan ada 16 eksportir baru yang dominasi oleh kaum millenial.

Turut hadir dalam pelepasan ekpor perdana tersebut di antaranya, jajaran Kementan yakni staff khusus, Erick Tamalagi, Direktur Pengolahan Pemasaran Hasil Perkebunan Pekerbunan, Dedi Junaidi dan Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, Kepala Kantor beacukai Sulbagtara, Cerah Bangun serta Perwakilan pemerintah daerah sekitar. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD