AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Mantap! Thailand Pesan 150.000 Kilogram Ikan Kembung dari Indonesia

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Rabu, 12 Mei 2021 15:30 WIB
Thailand memesan ikan kembung ke Perum Perindo sebanyak 150.000 kg yang dibagi dalam empat sesi.
Thailand memesan ikan kembung ke Perum Perindo sebanyak 150.000 kg yang dibagi dalam empat sesi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan Umum Perikanan Indonesia atau Perum Perindo berkomitmen memenuhi permintaan ribuan kilogram ikan kembung ke Negeri Gajah Putih, Thailand.

Tak tanggung-tanggung, Thailand memesan ikan kembung ke Perum Perindo sebanyak 150.000 kg yang dibagi dalam empat sesi. Adapun empat sesi berturut-turut yakni 25.000 kg, 50.000 kg, 50.000 kg dan 25.000 kg.

Direktur Operasional Perum Perikanan Indonesia Raenhat Tiranto Hutabarat mengatakan Thailand kini memercayakan impor ikannya ke BUMN perikanan di Indonesia. Sebelumnya, Thailand melakukan impor ikan kembung dari India. Namun karena kasus covid-19 sedang meledak di India, dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas komoditas ikan yang diekspor oleh India.

“Kami berkomitmen memenuhi seluruh permintaan ikan kembung dari Thailand,” katanya di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Raenhat menjelaskan, ikan kembung sempat langka di awal tahun 2021 lantaran cuaca di Indonesia yang tidak menentu. Kondisi ini membuat harga ikan konsumsi harian rumah tangga ini menjadi melambung hingga Rp40.000/kg. Namun memasuki akhir kuartal II/2021, harga ikan kembung berangsur kembali normal ke harga Rp25.000-Rp30.000/kg.

Raenhat bersyukur Thailand memercayakan produk ikan kembung dari Perum Perindo. Adapun valuasi yang didapat Perum Perindo dalam transaksi 4 sesi ekspor ini sebesar USD328.560 atau setara Rp4,59 miliar.

Raenhat menuturkan, ikan kembung adalah primadona yang banyak dicari baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ikan kembung adalah ikan dengan harga terjangkau namun kandungan gizinya tidak kalah dengan ikan salmon yang cenderung mahal. Oleh karena itu, ikan kembung merupakan ikan konsumsi rumah tangga yang dapat disandingkan dengan lauk konsumsi harian lainnya seperti ayam dan telor.

Dalam 100 gr ikan kembung mengandung omega 3 sebanyak 2,6 gr. Jumlah ini lebih tinggi daripada ikan salmon dengan porsi serupa yang memiliki kandungan omega 3 sebanyak 1,4 gr.

Protein yang dikandung dalam 100 gr ikan kembung sebesar 21,4 g, lebih tinggi daripada ikan salmon sebanyak 19,9 gr dalam porsi yang sama. Selain kedua zat gizi tersebut, kandungan gizi yang dimiliki ikan kembung yaitu lemak, kalori dan zat besi.

Mengutip data Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Indonesia termasuk dalam jajaran negara pengekspor produk perikanan terbesar di dunia, dengan total ekspor produk perikanan tahun 2020 mencapai US$5,2 miliar. Di mana US$4,84 miliar di antaranya berasal dari ikan konsumsi.

Selain itu, pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai US$1,27 miliar dengan negara tujuan ekspor utama RI adalah Amerika Serikat, China, ASEAN, Uni Eropa, dan negara-negara yang terletak di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data tahun 2020, sebanyak 2.191 unit pengolahan ikan (UPI) juga telah menembus ekspor ke 157 negara mitra dengan komoditas ekspor utamanya meliputi udang, tuna-cakalang, malalugis, cumi, kepiting-rajungan, rumput laut, dan ikan layur. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD