“Pandemi Covid-19 memang memberikan efek atau dampak negatif, termasuk pada aktivitas ekspor impor di Indonesia. Meskipun demikian, dampak terhadap ekspor Indonesia tidak seragam dirasakan tergantung pada jenis produk dan tujuan ekspornya,”ujarnya.
Ekspor dengan kandungan impor tinggi dan terkait dengan rantai nilai global atau global value chains (GVC)akan terdampak lebih besar.
"Ekspor dengan tujuan negara yang trafficnya rendah, seperti AS, juga akan terkena dampak lebih besar dibandingkan dengan ekspor ke China dan Jepang," sebutnya.
Sebagai perhatian pemerintah dengan kondisi yang ada, Menko Luhut menambahkan untuk meningkatkan kinerja ekspor impor pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan.
“Di antaranya, pemerintah mempermudah proses bongkar muat untuk ekspor impor di pelabuhan Indonesia guna mengurangi kepadatan di pelabuhan dan mempercepat pergerakan kapal dan kontainer,” tambahnya.