AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Maskapai Dilarang Angkut Pemudik, Pengamat: Aturannya Terlalu Keras

ECONOMICS
Taufik Fajar/Okezone
Jum'at, 09 April 2021 15:30 WIB
Pemerintah memutuskan untuk melarang transportasi udara beroperasi mengangkut penumpang pada periode 6-17 Mei 2021.
Maskapai Dilarang Angkut Pemudik, Pengamat: Aturannya Terlalu Keras (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah memutuskan untuk melarang transportasi udara beroperasi mengangkut penumpang pada periode 6-17 Mei 2021. Hal ini sejalan dengan larangan mudik tahun ini.

Ekonom dan Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan sebaiknya aturannya jangan sekeras maupun serinci itu. Apabila sekedar melarang mudik itu terlalu panjang waktunya.

"Jangan sekeras itu aturannya. Ya kalau dari saya semua moda transportasi ini benar-benar dalam tanda kutip ini akan lokcdown dengan aturan tersebut," ujar dia kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (9/4/2021).

Kemudian, lanjut dia, aturan ini akan memberatkan bagi beberapa pekerja yang benar-benar menjalankan tugas dan setahun sekali untuk pulang ke kampung halamannya. Di mana mereka itu pulang bukan mudik.

"Mereka tidak mudik tapi harus pulang. Jadi hal ini harus dipertimbangkan mereka menjalankan tugas begitu jauh dari keluarga dan ditambah hukuman tidak boleh pulang," ungkap dia.

Pihaknya juga sangat mendukung dengan upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan bisa dilakukan dengan ketegasan yang lain. Misalnya ketegasan dalam melakukan tes Covid-19.

"Dan saat ini ada juga yang tes Covid-19 kebobolan dan abal-abal seharusnya ini ditertibkan bukan bener2 dihentikan seperti itu. Atau kalau menghentikan mereka yang mendapatkan penugasan itu dijinkan pulang terlebih. Agar supaya ini tidak menjadi hukuman yang telah bekerja baik," tandas dia.

Seperti diberitakan, mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2021 tentang larangan mudik lebaran. Selain itu juga mengacu pada Edaran (SE) Gugus Tugas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD