Lebih lanjut, Busan menilai model bisnis waralaba dapat menjadi alternatif yang menarik bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin memulai usaha namun tidak ingin merintis dari awal.
Menurutnya, banyak calon pelaku usaha yang memiliki modal, tetapi masih kebingungan menentukan jenis usaha yang akan dijalankan. Kondisi tersebut kerap membuat rencana bisnis tidak pernah terealisasi.
"Kadang-kadang kalau teman-teman misalnya punya modal itu suka bingung, saya mau bikin usaha apa? Kalau mulai dari nol itu, pikirannya kemana-mana terus akhirnya karena banyak yang dipikirkan malah gak jadi. Tetapi salah satu solusinya adalah dengan waralaba," kata dia.
Dia menjelaskan, dalam bisnis waralaba, calon mitra tidak perlu membangun sistem usaha dari awal karena produk, manajemen, hingga model bisnis umumnya sudah tersedia dan teruji.
"Ketika kita ikut waralaba kan sebenarnya sudah ada. Sudah ada barangnya, manajemennya sudah ada. Jadi kita seperti yang kurang lebih sudah hampir tanam modal ya saham gitu, tapi dalam bentuk yang berbeda, kita dalam bentuk ikut menjalankan kegiatan usaha," katanya.
Di tengah tantangan ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan konflik di sejumlah kawasan dunia, Mendag Busan mengatakan pemerintah akan terus mendorong pertumbuhan usaha dalam negeri, termasuk melalui pengembangan waralaba.