sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mengenal Paradox of Choice: Definisi dan Strateginya dalam Bisnis

Economics editor Ratih Ika Wijayanti
12/03/2022 11:27 WIB
Paradox of choice merupakan sebuah kondisi ketika kita merasa kebingungan justru saat dihadapkan pada berbagai pilihan.
Mengenal Paradox of Choice: Definisi dan Strateginya dalam Bisnis. (Foto: MNC Media)
Mengenal Paradox of Choice: Definisi dan Strateginya dalam Bisnis. (Foto: MNC Media)

Kondisi ini, seringkali kita jumpai ketika kita memilih barang di marketplace. Terlalu banyak pilihan barang yang tampaknya bagus, justru membuat kita kebingungan dan akhirnya memilih barang yang kita sendiri belum tentu yakin bahwa barang tersebut adalah pilihan terbaik. Tak jarang juga, kita justru tidak jadi membeli barang tersebut. Kondisi inilah yang dinamakan paradox of choice. 

Mengapa kondisi demikian disebut sebagai paradox? Menurut Schwartz, setiap manusia menginginkan kesejahteraan. Dalam mendapatkan kesejahteraan, kita membutuhkan kebebasan. Untuk mendapatkan kebebasan ini kita membutuhkan banyak pilihan. Dengan demikian, ketika ada banyak pilihan, kita memiliki lebih banyak kebebasan. 

Padahal, dari pilihan yang terlalu banyak ini kita belum tentu mendapatkan kesejahteraan. Sebaliknya, kita justru merasakan kebingungan dan kegelisahan. Inilah titik paradoksnya. 

Seperti diketahui bahwa paradoks adalah  situasi yang muncul dari sejumlah premis yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan menuju ke sebuah kontradiksi.  Secara sederhana, paradoks adalah sesuatu yang bertentangan dari pernyataan sebelumnya. 

Strategi Paradox of Choice

Strategi paradox of choice ini biasa diterapkan dalam sebuah bisnis. Untuk meningkatkan ketepatan pilihan konsumen, strategi paradox of choice yang diterapkan adalah limitasi pilihan pelayanan. Perusahaan harus mampu memberikan pilihan produk yang tidak terlalu banyak namun tepat sasaran. 

Sebagai contoh, salah satu perusahaan rintisan yang berfokus pada gaya hidup aktif dan sehat, The Fit Company, menerapkan strategi ini dengan menawarkan jenis olahraga yang tidak terlalu beragam. 

Perusahaan ini membagi produknya hanya ke dalam dua pilihan utama yaitu micro-gym dengan teknologi Electro Muscle Stimulation (EMS) melalui brand 20FIT dan  lifestyle boutique gym di FITSTOP. 

Micro-gym berfokus pada olahraga efektif dalam waktu terbatas. Sementara itu,  lifestyle boutique gym ditujukkan bagi konsumen yang menyukai jenis olahraga secara komunal dan dinamis.

Adanya limitasi pilihan ini justru membantu konsumen lebih mudah dalam mengambil keputusan. 

Dari penjelasan IDXChannel ini dapat disimpulkan bahwa paradox of choice merupakan kondisi ketika adanya beragam pilihan yang justru membuat seseorang merasa bingung dan kesulitan mengambil keputusan. Alih-alih mendapat kebebasan, kita justru akan mengalami kelelahan mental karena pilihan yang terlalu banyak.

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement