sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mengenal Paradox of Choice: Definisi dan Strateginya dalam Bisnis

Economics editor Ratih Ika Wijayanti
12/03/2022 11:27 WIB
Paradox of choice merupakan sebuah kondisi ketika kita merasa kebingungan justru saat dihadapkan pada berbagai pilihan.
Mengenal Paradox of Choice: Definisi dan Strateginya dalam Bisnis. (Foto: MNC Media)
Mengenal Paradox of Choice: Definisi dan Strateginya dalam Bisnis. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Apa itu paradox of choice? Paradox of choice merupakan sebuah kondisi ketika kita merasa kebingungan justru saat dihadapkan pada berbagai pilihan. Dalam buku The Paradox of Choice: Why More Is Less, Barry Schwartz mengungkapkan bahwa menghilangkan pilihan justru dapat mengurangi kegelisahan konsumen ketika berbelanja. 

Lalu apa itu paradox of choice dan bagaimana penerapan strateginya dalam pemasaran sebuah bisnis? Agar lebih jelas, IDXChannel merangkum definisi dan strategi paradox of choice sebagai berikut. 

Definisi Paradox of Choice

Paradox of choice adalah kondisi di mana ada pilihan yang terlalu banyak yang mengharuskan setiap konsumen untuk membuat keputusan penting melalui berbagai pertimbangan dalam waktu yang singkat. 

Pilihan yang terlalu banyak ini mengakibatkan konsumen merasa kesulitan untuk memutuskan suatu hal. Pada akhirnya, konsumen tersebut tidak akan memilih apa-apa. Tak hanya itu, meskipun konsumen telah menetapkan satu pilihan dari sekian banyak pilihan ini, tingkat kepuasannya akan pilihan tersebut tidak maksimal. 

Istilah ini diperkenalkan oleh seorang psikolog bernama  Barry Schwartz  dalam bukunya yang berjudul The Paradox of Choice - Why More Is Less yang terbit pada tahun 2004.

Dalam buku ini, Schwartz menyampaikan bahwa semakin banyak pilihan, justru semakin membuat kita suntuk, bingung, dan cenderung tidak bisa bahagia. Ketika ada terlalu banyak pilihan, kita akan cenderung terlalu lama berpikir dan meningbang-nimbang. Akan timbul perasaan was-was manakala pilihan yang kita pilih justru bukanlah pilihan terbaik. Terlalu lama berpikir akan berujung pada keputusan menjatuhkan pilihan yang kurang memuaskan. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement