"Kami memiliki banyak alat untuk mencapai tujuan tersebut" kata Bessent.
"Kami percaya tingkat imbal hasil tidak mencerminkan kondisi fundamental. Kami akan mengatasi ini," katanya.
Para ahli Wall Street ragu bahwa Departemen Keuangan dapat menekan imbal hasil secara artifisial dalam jangka panjang. Mereka juga mempertanyakan seberapa besar sumber daya yang dimiliki pemerintah untuk melawan kenaikan, sementara faktor fundamental yang mengerek imbal hasil tetap ada.
Sejumlah faktor makroekonomi mendorong kenaikan imbal hasil: defisit fiskal yang melebar, inflasi yang melampaui target dua persen Federal Reserve (The Fed), dolar yang melemah, dan gelombang penerbitan obligasi korporasi oleh perusahaan teknologi untuk mendanai pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan perluasan pusat data. (Wahyu Dwi Anggoro)