AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Menko Airlangga: Realisasi KUR Capai Rp200 Triliun hingga September 2021

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Selasa, 05 Oktober 2021 10:57 WIB
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp200,26 triliun hingga September 2021.
Menko Airlangga: Realisasi KUR Capai Rp200 Triliun hingga September 2021 (FOTO: MNC Media)
Menko Airlangga: Realisasi KUR Capai Rp200 Triliun hingga September 2021 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp200,26 triliun hingga September 2021. Jumlah ini setara 70,27 persen dari target KUR tahun ini sebesar Rp285 triliun.

Jumlah tersebut diberikan kepada 5,39 juta debitur, sehingga total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp321 triliun dengan NPL tetap terjaga di kisaran 1,14 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memulihkan sektor UMKM terdampak pandemi Covid 19.

“Harapan Pemerintah, KUR dapat membantu UMKM dan menopang percepatan pemulihan ekonomi nasional, termasuk membantu pengusaha UMKM di Kota Ambon ini untuk dapat bertahan di tengah pandemi,” ujar Menko Airlangga, pada keterangan tertulis yang diterima, (5/10/2021).

Dalam rangkaian kunjungan kerja Menko Airlangga di Kota Ambon mengatakan penyaluran KUR di Kota Ambon sejak Januari 2021 sampai dengan 1 Oktober 2021 telah mencapai Rp 131,6 miliar kepada 4.081 debitur. 

Porsi penyaluran KUR di Kota Ambon selama 2021 per sektor terbesar yaitu sektor perdagangan (54,26 persen), jasa-jasa (36,72 persen), serta pertanian, perburuan, dan kehutanan (3,43 persen)

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebutkan Komposisi penyaluran KUR pada sektor pertanian dan perikanan di Ambon tercatat masing-masing sebesar Rp4,51 miliar (3,43 persen) dan Rp2,88 miliar (2,18 persen). “Hal ini menandakan masih terbukanya peluang penyaluran KUR pada kedua sektor tersebut,” sambung Iskandar.

Sementara penyaluran KUR di Provinsi Maluku sendiri sejak Januari 2021 sampai 27 September 2021 telah mencapai Rp 768,51 miliar kepada 26.660 debitur. Porsi penyaluran KUR di Provinsi Maluku selama 2021 per sektor terbesar adalah sektor perdagangan (55,66 persen), jasa-jasa (19,25 persen), serta pertanian, perburuan dan kehutanan (12,72 persen). 

Sektor pertanian dan perikanan merupakan salah satu sektor pendukung ekonomi Provinsi Maluku yang dibuktikan dengan realisasi KUR yang tercatat sebesar Rp97,78 miliar (12,72 persen) dan 56,48 miliar (7,35 persen).

Menurut Menko Airlangga, pertumbuhan ekonomi di Maluku sudah membaik. PDRB Kuartal 2-2021 yaitu 4,53 persen, dan ini sudah berada dalam jalur positif. Menko menyebutkan kalau hal ini akan terus didorong dengan cara ekonomi rakyat terus digelontorkan. 

"Pemerintah juga terus mendorong Program Kartu Prakerja, jumlah penerimanya di 2021 di Maluku meningkat dua kali lipat dibandingkan 2020. Kami sudah diprioritaskan di timur, jadi semakin banyak anak muda kita yang mendapatkan Kartu Prakerja,” tutup Airlangga. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD