AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Menparekraf Sandiaga Ajak UMKM Berkolaborasi Ciptakan Ekonomi Baru dan Lapangan Kerja

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Kamis, 26 Mei 2022 08:18 WIB
Sandiaga mendorong UMKM agar bisa mengembangkan usahanya dengan bertransformasi ke digital market place.
Menparekraf Sandiaga Ajak UMKM Berkolaborasi Ciptakan Ekonomi Baru dan Lapangan Kerja (foto: MNC Media)
Menparekraf Sandiaga Ajak UMKM Berkolaborasi Ciptakan Ekonomi Baru dan Lapangan Kerja (foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak para pelaku UMKM untuk berkolaborasi dengan platform digital untuk semakin dapat menciptakan peluang usaha, membangkitkan ekonomi, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga saat membuka webminar daring kajian ekonomi series 5 yang mengangkat tema 'Kolaborasi dengan Platform Digital Bawa UMKM Tanah Air Melangkah Maju' pada Rabu (25/5/2022) di Jakarta.  Kegiatan webminar yang diadakan Kemenparekraf ini didukung juga oleh Yayasan Indonesia Setara. Dalam kesempatan ini, Sandiaga mendorong UMKM agar bisa mengembangkan usahanya dengan bertransformasi ke digital market place.

"Kami mengajak pelaku UMKM transformasi digital. Kita ingin membuat program yang simpel, seperti program stimulus Bangga Buatan Indonesia dengan konsep pelatihan, pendampingan, dan on boarding oleh pelaku industri," kata Sandiaga.

Diungkapkannya, saat ini dari kurang lebih 30 juta pelaku UMKM di Indonesia yang sudah on board tranformasi ke digital sudah ada sebanyak 20 juta UMKM. Ia terus mendorong para pelaku UMKM untuk bisa mengenal sistem pemasaran online.

"Kuncinya ada di Kolaborasi dan Kolaboraksi. Laksanakan tiga langkah ini, Pertama, libatkan orang tepat dan mereka mau terlibat. Kedua, tetapkan tujuan goals dan komunikasikan harapanmu. Ketiga, dengarkan orang lain dan berkompromi," ungkap Sandiaga Uno.

Hal tersebut kata Sandiaga Uno sesuai dengan program Presiden RI Jokowi yang minta di Gernas Bangga Buatan Indonesia terus digalakkan di tengah ketidakpastian, semua pihak harus berempati, berhemat supaya mendorong kesuksesan dalam usahanya masing-masing.

"Koki Kit juga saya undang untuk bisa bergabung dalam program Indonesian Spice of The World. Terima kasih untuk Yayasan Indonesia Setara. Kolaborasi digital untuk membuat UMKM maju dan setara dengan produk UMKM dunia," kata Sandiaga Uno dengan optimistis.

"Mari kita bergandengan tangan. Bangkitkan ekonomi, buka peluang usaha, ciptakan lapangan kerja, dan membuat tatanan ekonomi digitalisasi yang berpihak pada UMKM," pungkas Sandiaga Uno.

Selain Sandiaga, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai narasumber dengan beragam latar belakang.  

Salah satunya CEO & Founder Bhinneka, Hendrik Tio. Hendrik mengungkapkan bahwa Bhinneka telah melayani berbagai pelanggan dari berbagai segmen bisnis seperti retail, korporasi, dan pemerintah dengan sistem pengadaan yang jauh lebih komprehensif dan transparan demi mendorong percepatan transformasi digital dengan mengkoneksikan pelaku UMKM di kota besar dan daerah demi kemajuan ekonomi bangsa.

Sementara Brand Adventure Indonesia, Arto Biantoro, mengaku para pelaku UMKM membutuhkan pendampingan dan pelatihan dari pemerintah dan komitmen tersebut ditunjukkan Kemenparekraf dengan berbagai program inovatif yang digagas Menparekraf Sandiaga Uno.

"Saya yakin UMKM akan didorong pemerintah lebih maju. Banyak pelaku UMKM berpikir dengan menaruh barang di e-commerce berharap dagangannya laris. Namun, e-commerce analoginya adalah mal atau tempat memajang barang, laku atau tidak itu kembali pada UMKM itu sendiri dengan upaya diferensiasi, value, mental. Oleh sebab itu, perlu ada pelatihan dan pendampingan dari Kemenparekraf agar on boarding tidak hanya sekedar masuk ke market place, tapi juga bagaimana bisa handle usaha mereka dengan tepat, sehingga terus berkembang dengan baik," kata Arto Biantoro.

Sementara itu, CEO Kokikit Chef Hendro Soejadi mengungkapkan pihaknya mendapatkan dukungan dari Kemenparekraf dalam mengembangkan usaha mereka dalam menyajikan kuliner instan khas Indonesia. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD