Saat ini, Indonesia telah memiliki sejumlah fondasi penting dalam pengembangan industri semikonduktor. Di antaranya adalah keberadaan fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor PT Infineon Technologies Batam yang telah masuk dalam Global Value Chain, serta satu perusahaan desain integrated circuit (IC) nasional, PT Xirka Dama Persada.
"Kehadiran pelaku industri ini menunjukkan bahwa Indonesia telah mulai berperan dalam mata rantai industri semikonduktor global, khususnya pada segmen back end dan desain,"ungkapnya.
Selain itu, ekosistem semikonduktor nasional juga ditopang oleh basis industri hilir yang cukup kuat, seperti layanan Electronic Manufacturing Services (EMS), Original Equipment Manufacturer (OEM), serta industri otomotif yang telah berkembang pesat.
Pemerintah menilai, meskipun tahapan fabrikasi wafer (foundry) belum banyak berkembang di dalam negeri, kondisi tersebut tidak menghalangi Indonesia untuk memperkuat ekosistem secara bertahap melalui pendalaman industri hulu, penguatan kapasitas desain, serta integrasi yang lebih erat dengan industri elektronik dan otomotif nasional.
Sebagai langkah konkret, pemerintah bersama sejumlah perguruan tinggi membentuk Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) yang merupakan inisiatif strategis dalam pengembangan ekosistem desain semikonduktor nasional.
Inisiatif ini diprakarsai oleh Kementerian Perindustrian bersama PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan para pakar desain chip dari 13 universitas, yang bersepakat membangun sebuah organisasi nonprofit sebagai fondasi penguatan kapasitas nasional di bidang desain semikonduktor.