AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Menperin Ungkap Tujuan Perpanjang Pembebasan PPnBM Mobil Baru

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Selasa, 15 Juni 2021 14:16 WIB
Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan insentif pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor sampai Agustus 2021.
Menperin Ungkap Tujuan Perpanjang Pembebasan PPnBM Mobil Baru (FOTO: MNC Media)
Menperin Ungkap Tujuan Perpanjang Pembebasan PPnBM Mobil Baru (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan insentif pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor sampai Agustus 2021. Tujuan memperpanjang kebijakan tersebut salah satunya untuk menggairahkan sektor industri nasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang mengungkapkan, melihat efek positif kebijakan insentif PPnBM tersebut, pemerintah sepakat untuk penjualan mobil 4x2 di bawah 1500 cc diberikan perpanjangan diskon PPnBM Ditanggung Pemerintah 100 persen hingga Agustus 2021, dan setelahnya sampai Desember 2021 diskon diberikan 50 persen.

“Ini bertujuan membangkitkan kembali gairah usaha di tanah air, khususnya sektor industri, yang selama ini konsisten berontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” kata Agus, dalam keterangannya, Selasa (15/6/2021).

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, saat ini ada 21 perusahaan otomotif di Indonesia dengan potensi kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun, yang melibatkan pekerja langsung sebanyak 38 orang dan pekerja di rantai industri sebanyak 1,5 juta orang.

“Karena industri ini melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai produksinya, sehingga pertumbuhannya segera harus dipercepat,” kata Agus.

Apalagi, sejak diberikan insentif pembebasan PPnBM, memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional, yakni:

1. Awal pemberlakuan kebijakan pada Maret, membuat penjualan mobil naik 28,85 persen.

2. Pada April,  terjadi lonjakan luar biasa penjualan mobil mencapai 227 persen.

3. Penjualan ritel pada Januari-April 2021, menembus 257.935 unit mobil. Jumlah ini naik 5,9 persen secara year on year.

4. Volume penjualan mobil mendekati level normal sebelum terjadi pandemi covid-19 yakni mencapai 80.000 unit per bulan.

Sebelumnya, kebijakan insentif PPnBM ditanggung pemerintah ini diharapkan akan meningkatkan produksi mobil mencapai 81.752 unit. Estimasi penambahan output industri otomotif juga diperkirakan akan dapat menyumbang pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD