AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

4 Hal yang Bikin Pemerintah Perpanjang Insentif Bebas PPnBM

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Selasa, 15 Juni 2021 11:46 WIB
Kebijakan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang mewah (PPnBM) mobil baru dari Maret-Mei berdampak positif terhadap industri otomotif dalam negeri.
4 Hal yang Bikin Pemerintah Perpanjang Insentif Bebas PPnBM (FOTO: MNC Media)
4 Hal yang Bikin Pemerintah Perpanjang Insentif Bebas PPnBM (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kebijakan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang mewah (PPnBM) mobil baru dari Maret-Mei berdampak positif terhadap industri otomotif dalam negeri. Hal ini membuat pemerintah memutuskan memperpanjang insentif tersebut hingga Agustus 2021.

Mengutip data Kementerian Perindustrian, Selasa (15/6/2021), setidaknya ada empat dampak positif dari kebijakan pembebasan PPnBM yang pajaknya ditanggung pemerintah ini, yakni:

1. Awal pemberlakuan kebijakan pada Maret, membuat penjualan mobil naik 28,85 persen.

2. Pada April,  terjadi lonjakan luar biasa penjualan mobil mencapai 227 persen.

3. Penjualan ritel pada Januari-April 2021, menembus 257.935 unit mobil. Jumlah ini naik 5,9 persen secara year on year.

4. Volume penjualan mobil mendekati level normal sebelum terjadi pandemi covid-19 yakni mencapai 80.000 unit per bulan.

Sebelumnya, kebijakan insentif PPnBM ditanggung pemerintah ini diharapkan akan meningkatkan produksi mobil mencapai 81.752 unit. Estimasi penambahan output industri otomotif juga diperkirakan akan dapat menyumbang pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.

Perpanjangan insentif ini tentunya disambut meriah oleh kalangan industri otomotif, salah satunya Toyota. Marketing Director Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandy mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik adanya perpanjangan pemberian diskon 100 persen tarif PPnBM dan Toyota siap mengikuti aturan tersebut.

"Intinya terima kasih kepada pemerintah yang terus memberikan dukungan kepada industri otomotif dalam negeri. Detilnya kami masih tunggu aturan nya / PMK," ujar Anton.

Anton berharap, dengan adanya perpanjangan kebijakan tersebut akan meningkatkan permintaan mobil Toyota dan pihaknya akan melakukan komunikasi dengan bagian produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

"Tentu kami akan bicarakan dengan pihak produksi ya," kata dia.
Anton juga menyampaikan beberapa mobil Toyota yang laris atau paling banyak dibeli selama pemberlakuan diskon 100 persen tarif PPnBM, diantaranya Toyota Avanza, Rush, hingga mobil yang baru diluncurkan Raize. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD