Menurut Amran, peningkatan stok CBP di awal tahun 2026 ini menunjukkan progresivitas antara produksi bulanan beras nasional dengan penyerapan setara beras yang dilakukan Bulog. Torehan realisasinya sampai 11 Maret bahkan telah melampaui realisasi pengadaan setara beras produksi dalam negeri pada kuartal pertama tahun 2025.
Dalam catatan Bapanas, angka realisasi pengadaan beras dalam negeri per 11 Maret telah mencapai 928,2 ribu ton. Capaian ini telah bertambah sebanyak 208,8 ribu ton dibandingkan realisasi Januari-Maret 2025 yang kala itu berada di 719,3 ribu ton. Kendati demikian, Bapanas pastikan serapan CBP selama Maret ini akan terus melejit menimbang panen raya padi diproyeksikan terjadi di bulan ini.
"Ini adalah kerja keras kita semua yang membuahkan hasil di bawah gagasan besar Bapak Presiden. Bapak Presiden kita luar biasa, menggerakkan ekonomi rakyat. Capaian kita alhamdulillah, luar biasa. Kita sudah mulai ekspor ke negara lain dan insyaallah mudah-mudahan tiga negara menyusul, kita ekspor ke negara tetangga," ujar Amran.
(Rahmat Fiansyah)