AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Meski Biaya Membengkak, KCIC Pastikan Proyek Kereta Cepat Jalan Terus

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Senin, 08 November 2021 09:41 WIB
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mengalami pembengkakan biaya, di mana anggaran kini telah mencapai USD1,6 miliar.
Meski Biaya Membengkak, KCIC Pastikan Proyek Kereta Cepat Jalan Terus. (Foto: MNC Media)
Meski Biaya Membengkak, KCIC Pastikan Proyek Kereta Cepat Jalan Terus. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mengalami pembengkakan biaya, di mana anggaran kini telah mencapai USD1,6 miliar. Meski begitu, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan hal itu tidak akan berdampak pada pelaksanaan pembangunannya. 

“Pembengkakan biaya tidak menjadi penghambat, Aktivitas pembangunan saat ini terus berjalan, justru kasus covid yang  menjadi penghambat dalam p proyek KCJB ini,” kata GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (8/11/2021).

Sebagai upaya percepatan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, KCIC menyebut pihak pengelola telah melakukan berbagai penambahan shift kerja, titik kerja dan juga alat di titik kritis main line.

“Perlu diketahui banyak faktor yang mempengaruhi cost overrun ini. Salah satunya pengadaan lahan. Banyak faktor di lapangan yang membuat akhirnya biaya bertambah. Seperi relokasi fasilitas umum dan sosial. Hal ini menambah luas pengadaan lahan bertambah,” paparnya. 

Selain itu, penggunaan frekuensi GSM-R untuk operasional kereta api. Pada anggaran awal, kita mengacu pada apa yang terjadi di China.

“Di China, penggunaan frekuensinya free, disediakan oleh Pemerintah. Sementara di Indonesia, kebijakannya lain. Harus ada biaya investasi yang dikeluarkan dan ini di luar anggaran awal,”ujarnya. 

Kemudian, terkait biaya investasi untuk instalasi PLN ada sejumlah biaya instalasi yang harus ditanggung PT KCIC.

“Selain itu cost overrun ini juga berasal dari pekerjaan variation order dan financing cost serta pekerjaan lainnya yang memang harus dilakukan untuk kebutuhan penyelesaian proyek KCJB,” ungkapnya.

Meski demikian, KCIC berharap KCJB bisa selesai sesuai dengan penugasan dan target yg ditetapkan oleh share holder dan pemerintah dan menjadi moda transportasi yang nantinya dapat digunakan oleh masyarakat. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD