AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Minyak Goreng Dijual Rp14.000, Mendag Lutfi Imbau Masyarakat Jangan Panic Buying

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 19 Januari 2022 08:30 WIB
Mendag Lutfi menghimbau masyarakat untuk tidak panic buying atau membeli minyak goreng dalam jumlah lebih dengan alasan kehabisan stok.
Minyak Goreng Dijual Rp14.000, Mendag Lutfi Imbau Masyarakat Jangan Panic Buying
Minyak Goreng Dijual Rp14.000, Mendag Lutfi Imbau Masyarakat Jangan Panic Buying

IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menghimbau masyarakat untuk tidak panic buying atau membeli minyak goreng dalam jumlah lebih dengan alasan kehabisan stok.

"Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu panic buying atau membeli secara berlebihan," ujar Mendag dalam konferensi pers, Selasa (18/1/2022) malam.

Dikatakan Lutfi, Pemerintah sudah menjamin bahwa pasokan dan stok minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter dapat mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat. Karena, tiap bulan akan ada 250 juta liter minyak goreng yang digelontorkan Pemerintah.

"Minyak goreng subsidi ini akan disiapkan Pemerintah sebanyak 250 juta liter per bulan selama jangka waktu enam bulan. Pemerintah juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin, minimal satu bulan sekali, terkait dengan implementasi kebijakan ini," jelasnya.

Ia menjelaskan minyak goreng seharga Rp14 ribu per liter merupakan hasil kerja sama pemerintah dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang menggelontorkan dana pungutan hingga Rp7,6 triliun.

Dana itu dipergunakan untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasaran dan membiayai minyak goreng kemasan sebanyak 250 juta liter per bulan atau sekitar Rp 1,5 miliar liter selama enam bulan ke depan.

Ia pun mengungkapkan apresiasinya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam mensukseskan program Pemerintah ini.

"Saya mengapresiasi 34 produsen minyak goreng yang menyampaikan komitmennya untuk berpartisipasi dalam penyediaan minyak goreng kemasan satu harga bagi seluruh rakyat," ungkapnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD