Terkait mundurnya jadwal pertemuan dari rencana awal, Airlangga mengungkapkan, dinamika agenda internasional, termasuk penandatanganan kesepakatan Dewan Perdamaian Dunia (Board of Peace), menjadi alasan utama pergeseran tersebut.
Airlangga juga menepis asumsi bahwa kesepakatan damai tersebut terkait langsung dengan negosiasi tarif dagang dengan AS, meskipun ia mengakui bahwa isu perdamaian menjadi prioritas global saat ini.
"Enggak, tetapi kan biar bagaimana prioritas-prioritas yang ada tentu terkait dengan agenda-agenda yang ditandatangani. Kemarin waktu di Davos memang semua bicaranya masalah, ya perdamaian lah. Dan juga terhadap perang yang ada, baik itu Ukraina maupun Gaza," pungkas Airlangga.
(Rahmat FIansyah)