AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Neraca Ekonomi RI Meningkat, Airlangga: Berkat Keseimbangan Gas dan Rem

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Sabtu, 18 September 2021 15:15 WIB
Airlangga Hartarto, menyatakan terjadi sejumlah perbaikan dan peningkatan berkat kebijakan ekonomi yang menjadi keseimbangan gas dan rem.
Neraca Ekonomi RI Meningkat, Airlangga: Berkat Keseimbangan Gas dan Rem. (Foto: MNC Media)
Neraca Ekonomi RI Meningkat, Airlangga: Berkat Keseimbangan Gas dan Rem. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menko Perekonomian RI sekaligus Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, menyatakan terjadi sejumlah perbaikan dan peningkatan berkat kebijakan ekonomi yang menjadi keseimbangan gas dan rem. 

Hal itu terlihat dari laporan perdagangan Indonesia menunjukkan ekspor dan impor telah membukukan kenaikan dua digit pada Agustus 2021. Hal ini karena aktivitas ekonomi yang mulai pulih dari tingkat perdagangan yang rendah pada tahun 2020. 

Namun, lonjakan ekspor mendorong surplus perdagangan ke rekor tertinggi sebesar USD4,7 miliar (Rp67triliun). Angka ini melonjak jauh melampaui ekspektasi pemerintah yang sebelumnya hanya mentargetkan surplus USD2,31 miliar (Rp32,9 triliun). 

Ekspor Indonesia naik 64,1%, dibandingkan dengan perkiraan 36,1%. 

Ekspor ini didorong oleh pengiriman keluar dari sektor minyak dan gas (+77,9%), pertambangan (+162,9%) dan manufaktur (+52,6%).

Sementara itu, impor juga lebih tinggi dari yang diharapkan dengan membukukan kenaikan 55,26%, padahal perkiraan sebelumnya hanya perkiraan 45%. 

Angka ini juga mencerminkan membaiknya aktivitas domestik dibandingkan tahun lalu.

"Surplus perdagangan yang cukup besar ini kemungkinan akan memberikan dukungan kepada nilai tukar rupiah dan mungkin cukup untuk mendorong seluruh neraca transaksi berjalan kembali menjadi surplus pada bulan Agustus," terang Airlanga dalam siaran pers yang diterima tim IDX Channel, Sabtu (18/9/2021).

Kinerja ini didorong oleh kenaikan harga komoditas, yang membantu ekspor mencapai rekor tertinggi. Jika harga komoditas tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang, ekspor dapat mempertahankan ekspansi yang solid untuk membantu menjaga surplus perdagangan pada tingkat yang tinggi ini. 

"Selain itu, kebijakan Hilirisasi CPO dan produksi baja anti karat (stainless steel) yang merupakan keunggulan Indonesia selama ini," tambahnya.

Bank Indonesia baru-baru ini juga mengisyaratkan bahwa suku bunga kebijakan akan ditahan setidaknya untuk saldo tahun ini dan Rupiah mungkin perlu memperoleh dukungan dari sektor ekspor untuk saat ini. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD