AALI
9850
ABBA
234
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1470
ACST
284
ACST-R
0
ADES
1695
ADHI
1170
ADMF
8075
ADMG
173
ADRO
1195
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
72
AIMS
468
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3340
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.82
-0.17%
-0.81
IHSG
5965.11
-0.18%
-10.80
LQ45
889.15
-0.14%
-1.27
HSI
28466.18
0.17%
+48.18
N225
29345.90
1.85%
+533.27
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,856
USD/IDR 14,435
Emas
829,817 / gram

OJK Tekankan Sektor Riil Harus Pulih Terlebih Dahulu

ECONOMICS
Michelle N/Sindonews
Kamis, 01 April 2021 21:48 WIB
Dari segi ketahanan likuiditas memang tidak ada masalah.
OJK Tekankan Sektor Riil Harus Pulih Terlebih Dahulu (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto menekankan bahwa sektor riil harus pulih terlebih dahulu.

Menurut dia, dari segi ketahanan likuiditas memang tidak ada masalah. Tetapi, menjadi masalah tersendiri bagi bank adalah ketika tidak ada outlet untuk menyalurkan likuiditas yang berlebih.

"The biggest risk is when the bank is not taking risk," ujar Anung dalam IDX Channel Webinar on TV bertajuk Kesiapan Industri Perbankan Menghadapi Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Oleh karena itu, permasalahan sektor riil harus dicover lebih dulu. Selama setahun ini, bank-bank sudah memberikan ventilator melalui kebijakan restrukturisasi kredit. 

"Bank juga sudah mengorbankan penurunan profitabilitas, kemudian ada potensi risiko yang diserap oleh bank dengan pemberian restrukturisasi itu," papar Anung.

Karena kuncinya adalah sektor riil harus bisa tumbuh dan bank harus memberikan kredit.  "Tetapi, saat ini, bank kalau mau menyalurkan kredit ya juga gampang saja, people on the street kalau ditawarkan kredit ya juga jalan. Tapi jangan sampai pemberian kredit baru itu menimbulkan permasalahan baru, menjadi restrukturisasi baru," jelasnya.

Saat ini menurut dia, perbankan sedang wait and see, ketika ekonomi tumbuh dan demand optimal, bank bisa tumbuh kredit hingga diatas 9%.

Asumsi tersebut jika sejak triwulan I ini ekonomi mulai tumbuh. "Namun jika tumbuh di triwulan II, maka perkiraannya tumbuh di 7%. Tapi kalau baru di triwulan III atau IV, tumbuh 4% itu sudah sangat bagus," ungkap Anung.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD