IDXChannel - Di tangan perempuan ulet asal Bojonegoro, batang pisang yang biasanya dibuang bisa bernilai. Perempuan bernama Yuni Astuti warga Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, ini memanfaatkan batang pisang untuk diolah menjadi sebuah camilan unik, yang merambah pasar ekspor hingga Eropa.
Yuni Astuti mengatakan, ia mengolah batang pisang menjadi camilan kripik berawal dari keisengan memanfaatkan banyaknya batang pisang yang kerap terbuang. "Idenya itu berawal dari iseng - iseng, waktu itu bikin debog atau batang pisang. Kebetulan sebelumnya saya jualan abon serundeng, jadi kami ingin inovasi membuat produk," ucap Yuni, Minggu (6/6/2021).
Proses pembuatan kripik debog batang pisang ini pun disebut Yuni, memerlukan waktu tak singkat, dengan kerumitan yang lumayan tinggi. Apalagi batang pisang yang dipilih bukan asal batang pisang, melainkan batang pisang pilihan.
"Kalau untuk kripik debognya tidak bisa dibikin asal-asalan, kita ngambil hatinya saja, kulit luarnya nggak usah, itu pun masih direndam seharian pakai air kapur sirih sama garam, menghilangkan getah dan racunnya," ungkap dia.
Usai direndam, batang pisang ini baru bisa diolah menjadi kripik dengan cara digoreng. Selanjutnya kripik debog ini dikemas dengan menarik, diberi brand bernama Mashallo dan siap diedarkan ke masyarakat.