AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Omicron di Indonesia Semakin Brutal, Ternyata Ini Biang Keroknya

ECONOMICS
Widya Michella
Sabtu, 15 Januari 2022 18:28 WIB
Tiga kelompok tersebut yaitu, mereka yang datang dari luar negeri, transmisi lokal, dan mereka yang tertular dari orang yang berpergian keluar negeri
Omicron di Indonesia Semakin Brutal, Ternyata Ini Biang Keroknya (FOTO:MNC Media)
Omicron di Indonesia Semakin Brutal, Ternyata Ini Biang Keroknya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama menyampaikan, ada tiga kelompok yang menyebabkan lonjakan  virus omicron di Indonesia.  

Tiga kelompok tersebut yaitu, mereka yang datang dari luar negeri, transmisi lokal, dan mereka yang tertular dari orang yang berpergian keluar negeri kemudian menulari masyarakat sekitarnya. 

"Kenapa harus dibedakan menjadi tiga seperti ini karena penanganannya berbeda-beda,"ucap Tjandra dalam polemik trijaya : Bersiap Hadapi Gelombang Omicron, yang disiarkan secara daring, Sabtu,(15/1/2022).  

Tjandra pun menyampaikan cara penanganan ketiga kelompok tersebut. Pertama, jika datang dari luar negeri bentuk penanganannya adalah dengan melakukan karantina

"Bukan hanya orang suruh tinggal di wisma karantina tapi proses karantina dimulai dari kesehatan di pesawat hingga kedatangan, PCR dan sebagainya. Kemudian karantina sampai lepas karantina dan juga pengawasan paska karantina untuk orang yang datang dari luar negeri,"ucap dia. 

Kedua, untuk orang yang tertular dari orang luar negeri, lanjut Tjandra dilakukan  proses keselamatan mencegah penularan para pelaku perjalanan internasional. 

"Itu harus dibuat lebih ketat. Kita harus cepat menjaga kemungkinan penularan begitu juga untuk yang petugas kebersihan yang mengambil swab di bandara itu yang tertular dari luar negeri,"kata dia  

Sementara yang transisi lokal  itu dilakukan dengan dua aspek, pertama indeks kasus per kasus. 

"Dia menularkan kepada siapa saja Itu yang dikejar misalnya dilakukan mikro lockdown karantina, tetapi selain itu juga harus dicari dari mana karena kalau kita tidak ketemu dari mana dia tertular awalnya itu mungkin saja bisa menulari orang lain,"ujar dia. 

Jadi persoalan tidak hanya selesai mencari dari indeks kasus yang tertular tetapi siapa saja yang menular. 

Kedua, melakukan tracing dari satu negara ke negara lainnya dengan menggunakan International Health Regulations (IHR) contact point yang ditunjuk sebagai health regulation yang ada di berbagai negara di dunia. 

 "Jadi kalau ada orang yang datang dari 1 negara selain dari yang transit atau benar-benar datang dari Malaysia dan Saudi kemudian positif maka IHR Contact point Indonesia memberitahu bahwa ada di negara Anda yang positif supaya bertujuan agar IHR tetangga bisa mentracing orang itu tertular,"ucapnya. 

Hal itu berlaku juga bagi para pekerja migran Indonesia (PMI)  di negara yang cukup banyak kasus omicron disana. Maka IH R negara awal dapat mengecek juga orang Indonesia yang ada di sekitar orang yang terinfeksi omicron.   

"Antar provinsi juga dilakukan di Indonesia tapi ada mekanisme internasional antar negara agar bisa menginformasikan penularan penyakit atau negara itulah yang memang termaktub dalam international relations mereka,"ucapnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD