AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Omicron Mengganas, Ridwan Kamil Instruksikan Seluruh RS Jabar Siaga 1

ECONOMICS
Agung Bakti Sarasa
Jum'at, 04 Februari 2022 16:41 WIB
Gubernur Ridwan Kamil mengintruksikan seluruh rumah sakit (RS) di Jabar menetapkan status siaga 1 menyusul peningkatan kasus Covid-19
Omicron Mengganas, Ridwan Kamil Intruksikan Seluruh RS Jabar Siaga 1 (Dok.MNC Media)
Omicron Mengganas, Ridwan Kamil Intruksikan Seluruh RS Jabar Siaga 1 (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengintruksikan seluruh rumah sakit (RS) di Jabar menetapkan status siaga 1 menyusul peningkatan kasus COVID-19, khususnya probable varian Omicron. 

Peningkatan kasus tersebut menyebabkan angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) RS di Jabar terus menunjukkan peningkatan. 

"Saya sudah perintahkan semua rumah sakit siaga 1 karena BOR meningkat," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan resminya, Jumat (4/2/2022).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menjelaskan, status siaga 1 harus ditunjukkan dengan penambahan tempat tidur atau ruang pasien, ketersediaan tabung oksigen, hingga obat-obatan.

"Bed ditingkatkan, oksigen disiapkan plustreatment-nya," katanya. 

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, status siaga 1 terutama harus segera diterapkan di wilayah aglomerasi Bodebek dan Bandung Raya karena kasus COVID-19 probable Omicron di dua wilayah tersebut naik signifikan. 

"Jadi kita mendorong aglomerasi ini rumah sakitnya agar bersiap-siap. Itu berulang-ulang dari dulu COVID-19 ngumpulnya di situ," kata Kang Emil.

Menurut Kang Emil, COVID-19 varian Omicron menular cukup cepat. Namun, di Indonesia, tingkat fatalitasnya lebih rendah ketimbang varian Delta. Omicron  menyerang orang-orang yang sudah divaksin lengkap dan rata-rata pasien sembuh dalam waktu 3-4 hari.

"Omicron itu seperti kata Pak Menkes cepat menular tapi juga cepat sembuh, 3 sampai 4 hari biasanya sembuh," imbuhnya. 

Kang Emil pun meminta masyarakat yang terkonfirmasi positif Omicron, namun bergejala ringan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing disertai pengawasan dan obat-obatan yang cukup. 

Perawatan di RS, kata Kang Emil, hanya bagi pasien berejala berat seperti demam, flu, batuk, saturasi rendah dan punya komorbid.

"Jadi kalau gejalanya kecil terus ingin dirawat di rumah sakit nanti menaikkan BOR. Rumah sakit itu untuk yang gejala berat, komorbid  dan saturasi rendah. Di luar itu di rumah saja dengan disiapkan vitamin, obat, dan pengawasan," jelasnya.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD