Di saat yang sama, Bank Dunia memprediksi aktivitas ekonomi kawasan East Asia and Pacific (EAP) akan melambat pada 2026 dibandingkan 2025, seiring melemahnya investasi swasta di sejumlah negara.
Namun, Indonesia dipandang sebagai pengecualian. Bank Dunia menilai pertumbuhan ekonomi Tanah Air tetap terjaga di kisaran 5 persen, ditopang stimulus fiskal dan peningkatan investasi yang didorong pemerintah.
Selama 2025, investasi swasta di kawasan EAP diperkirakan cenderung lemah, kecuali di Indonesia dan Malaysia yang memperoleh dukungan kuat dari kebijakan pemerintah dan realisasi penanaman modal.
Optimisme serupa juga disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani. Dia memperkirakan, penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) akan terus tumbuh pada 2026, seiring terbukanya peluang kerja sama investor dengan Danantara.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi menunjukkan, realisasi investasi pada kuartal IV-2025 mencapai Rp496,9 triliun, tumbuh 9,7 persen secara tahunan (YoY) dan 1,1 persen secara kuartalan (QoQ).