Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020-2025 itu juga mengaitkan perbaikan fiskal ini dengan prospek positif bagi para investor di pasar modal.
"Dan yang penting ekonomi makin bergerak, keuntungan perusahaan juga makin baik. Otomatis nanti akan diterjemahkan kepada harga saham yang lebih tinggi," ujar Purbaya.
Hingga 30 November 2025, realisasi defisit APBN pada level 2,35 persen terhadap PDB atau senilai Rp560,3 triliun. Pendapatan Negara mencapai Rp2.351,5 triliun (82,1 persen dari outlook sebesar Rp2.865,5 triliun) dan Belanja Negara sebesar Rp2.911,8 triliun (82,5 persen dari outlook Rp3.527,5 triliun).
(Rahmat Fiansyah)