Menurut dia, masyarakat kerap menilai kondisi cuaca dari apa yang dirasakan di permukaan tanah. Padahal, pada ketinggian konduktor transmisi, kecepatan angin dapat jauh lebih besar dan memicu osilasi kabel secara terus-menerus.
“Di bawah mungkin terasa tidak ekstrem, tetapi di area konduktor, angin bisa cukup kuat untuk menyebabkan kabel bergerak dan saling menarik. Kondisi itu dapat memunculkan tekanan berulang pada kabel,” katanya.
Dia menjelaskan, pergerakan berulang akibat terpaan angin dapat menambah tekanan pada area sambungan kabel, terutama ketika sistem sedang menerima beban tinggi.
Terlebih, titik yang mengalami putus diketahui berada pada area mid span jointing atau sambungan di tengah bentangan kabel transmisi. Area tersebut merupakan lokasi penyatuan dua konduktor yang disambung menggunakan metode dan pelindung khusus.