AALI
9925
ABBA
410
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1275
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3060
ADHI
1085
ADMF
7825
ADMG
194
ADRO
1920
AGAR
336
AGII
1445
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
191
AHAP
70
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
985
AKRA
4270
AKSI
400
ALDO
920
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.78
-0.14%
-0.71
IHSG
6617.75
0.23%
+15.18
LQ45
948.92
-0.13%
-1.25
HSI
24053.21
0.29%
+69.55
N225
28774.05
1.12%
+318.45
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
828,991 / gram

Pakar Sebut Varian MU Covid-19 Tak Lebih Ganas dari Delta

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Jum'at, 10 September 2021 11:05 WIB
Karakteristik varian MU dipercaya kebal vaksin karena mampu menetralisir antibodi yang ada di dalam tubuh.
Ilustrasi varian MU Covid-19
Ilustrasi varian MU Covid-19

IDXChannel - Virus Covid-19 kembali bermutasi sekalipun varian Delta masih mengancam seluruh masyarakat di pelbagai belahan dunia. Adalah varian MU atau B.1.621 yang disebut-sebut kebal terhadap vaksin. 

Presiden Joko Widodo bahkan menganggap kemunculan varian Covid-19 asal Kolombia ini serius dan meminta kepada jajarannya untuk memastikan tidak masuk ke Indonesia.

Salah satu alasan mengapa varian MU menjadi hal yang perlu diwaspadai adalah karena memiliki kekuatan kebal vaksin. Namun, informasi ini masih perlu data lebih banyak lagi untuk membenarkannya.

Di sisi lain, banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengapa varian ini sangat disorot padahal masih tergolong dalam varian of interest (VOI) bukan variant of concern (VOC), apakah varian MU lebih berbahaya dan lebih ganas daripada varian Delta yang terbukti sudah mendominasi kasus Covid-19 di seluruh dunia?

Ketua Pokja Genetik FKKMK Universitas Gadjah Mada, dr Gunadi, Sp.BA, Ph.D., menerangkan bahwa varian MU atau dalam kode ilmiah B.1.621 tidak lebih ganas daripada varian Delta. Salah satu alasannya karena ketetapan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengkategorikan varian MU ke dalam VOI bukan VOC.

"Beda dengan varian Delta yang memang sudah ditetapkan sebagai VOC," terangnya dalam keterangan resmi Jumat (10/9/2021).

Meski varian ini belum terdeteksi di Indonesia, dr Gunadi mengatakan, negara tetap perlu mengantisipasinya, karena varian MU ini menyebabkan penurunan kadar antibodi baik karena infeksi ataupun vaksinasi.

"Hasil riset awal menunjukan varian MU menyebabkan penurunan kadar antibodi netralisasi baik karena infeksi alami maupun vaksinasi, serupa dengan varian Beta. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut," katanya.

Dokter Gunadi mengungkapkan bahwa virus penyebab Covid-19 terus bermutasi dengan memunculkan varian-varian baru yang memiliki tingkat keganasan dan keparahan yang berbeda apabila terinfeksi. Meski demikian, bagi mereka yang sudah pernah terpapar Covid-19 atau yang sudah mendapat vaksin Covid-19, mereka sudah memiliki kekebalan alami.

"Kekebalan alami yang ditimbulkan oleh infeksi alami pasti ada, tapi seberapa besar bisa melindungi dari risiko terinfeksi varian lain diperlukan riset lebih lanjut," terangnya.

Agar lebih jelas lagi, berikut sedikit ulasan singkat mengenai fakta soal varian Mu dengan varian Delta yang perlu Anda ketahui:

- Varian MU

Varian ini pertama kali teridentifikasi di Kolombia dengan kasus di angka 39%. Kode ilmiah untuk varian ini ialah B.1.621. Karakteristik varian MU dipercaya kebal vaksin karena mampu menetralisir antibodi yang ada di dalam tubuh. Secara global, kasus varian MU hanya 0,1%.

- Varian Delta

Varian ini pertama teridentifikasi di India dengan kode ilmiah B.1.617.2. Varian Delta kini mendominasi keseluruhan kasus Covid-19 di banyak negara, termasuk di Indonesia. Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, kasus Covid-19 varian Delta di Indonesia sebesar 96%. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD