Diskusi tersebut dihadiri para pemangku kepentingan utama sektor maritim, industri pendukung, serta perwakilan 22 galangan kapal nasional. Keterlibatan lintas pelaku industri ini menandai pendekatan terintegrasi dalam membangun kapasitas galangan kapal nasional.
Dalam kesempatan itu, Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santoso menyampaikan bahwa kebutuhan kapal nasional yang mencapai ribuan unit menuntut pendekatan industri yang terkoordinasi dan berkelanjutan.
“Dengan potensi kebutuhan kapal yang sangat besar, PT PAL diposisikan sebagai anchor dan orkestrator yang akan bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMS, hingga manufaktur lokal di berbagai wilayah,” ujar Sigit.
(NIA DEVIYANA)