AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Pandemi Mulai Melandai, Bagaimana Kinerja Sektor Properti di Kuartal I/2022?

ECONOMICS
Athika Rahma
Rabu, 20 April 2022 15:40 WIB
Pada kuartal I/2022, misalnya, kinerja sektor properti cenderung mengalami pertumbuhan, meski masih menyisakan sejumlah tantangan yang harus dihadapi.
Pandemi Mulai Melandai, Bagaimana Kinerja Sektor Properti di Kuartal I/2022? (foto: MNC Media)
Pandemi Mulai Melandai, Bagaimana Kinerja Sektor Properti di Kuartal I/2022? (foto: MNC Media)

IDXChannel - Perkembangan kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia yang semakin melandai dan terkendali membuat para pelaku industri di sejumlah sektor bisnis mulai optimistis dalam memandang peluang ke depan. Tak terkecuali juga di industri properti.

Pada kuartal I/2022, misalnya, kinerja sektor properti cenderung mengalami pertumbuhan, meski masih menyisakan sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim, membagi rincian pertumbuhan bisnis di sektor properti mulai, dari subsektor perkantoran hingga pergudangan.

"Di sektor perkantoran, secara umum permintaan masih terbatas hampir sama seperti kuartal IV 2021, tetapi ada peningkatan pencarian ruang perkantoran ketika adanya pelonggaran PPKM," ujar Yunus, dalam media briefing, Rabu (20/4/2022).

Menurutnya, pelonggaran PPKM membuat sebagian perusahaan kembali menerapkan work from office (WFO) dan hybrid working, meskipun sebagian masih menerapkan sistem work from home (WFH). Oleh karenanya, subsektor perkantoran diramal masih akan tumbuh ke depannya.

Kemudian dari subsektor ritel, pusat perbelanjaan dan mall-mall tercatat mengalami peningkatan pengunjung, terutama untuk mall dengan taraf menengah ke atas. "Ini dikarenakan mall-mall ini menyediakan destinasi food and beverage (FnB) dan hiburan yang menjadi daya tarik pengunjung," lanjutnya.

Lalu dari subsektor residensial, permintaannya cenderung melambat karena calon pembeli masih berhati-hati serta menunggu kondisi pandemi pulih kembali (wait and see). Di sisi lain, para pengembang lebih leluasa untuk memasarkan produk secara fisik melalui marketing gallery karena pelonggaran PPKM.

Sedangkan dari subsektor pergudangan, tercatat terdapat peningkatan permintaan terutama karena meningkatnya transaksi melalui e-commerce di masa pandemi. "Kita lihat masih banyak inquiry yang masuk untuk mencari ruang pergudangan, jadi tiap subsektor memang memiliki tantangannya sendiri," ujar Yunus. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD