IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan peningkatan signifikan produksi beras nasional pada awal 2026, menandakan penguatan kinerja sektor pangan Indonesia. Berdasarkan rilis 2 Februari 2026, potensi produksi beras periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton, naik 15,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengutip laman pertanian.go.id, Minggu (8/2/2026), Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa kenaikan ini didukung kondisi pertanaman padi yang relatif kondusif serta proyeksi panen yang kuat di sentra-sentra utama produksi.
Tren positif juga terlihat sepanjang 2025. BPS mencatat produksi beras tahun lalu mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibanding 2024. Sejalan dengan itu, produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) tercatat 60,21 juta ton, naik 7,06 juta ton atau 13,29 persen.
Selain volume produksi, luas panen juga mengalami peningkatan. Pada Januari–Maret 2026, potensi luas panen diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare, naik 15,32 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara tahunan, luas panen 2025 mencapai 11,32 juta hektare, meningkat 12,69 persen dibanding 2024.
BPS juga mencatat adanya peningkatan produktivitas padi nasional. Produktivitas gabah kering panen (GKP) rata-rata mencapai 63,55 kuintal per hektare, sementara produktivitas GKG mencapai 53,18 kuintal per hektare, keduanya menunjukkan kenaikan tipis dibanding 2024.
Secara spasial, potensi panen besar terkonsentrasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, serta sejumlah provinsi luar Jawa seperti Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat. Kondisi ini mengindikasikan stabilitas pasokan beras nasional di awal 2026.
(Shifa Nurhaliza Putri)