Di kawasan Jabodetabek sendiri, pergerakan harga menunjukkan pola yang semakin stabil, dengan Bekasi mencatatkan pertumbuhan tahunan 2,4 persen, sementara Tangerang dan Depok masing-masing tumbuh 0,4 persen dan 0,1 persen secara tahunan.
Menariknya, Yogyakarta, yang sepanjang Januari-Oktober 2025 sempat mencatat pertumbuhan agresif di kisaran 3,7 persen hingga 10,9 persen, kini mulai memasuki fase normalisasi dengan pertumbuhan tahunan sebesar 0,9 persen di Desember 2025. Pola serupa juga terlihat di Denpasar, yang melambat ke 2,5 persen YoY setelah sebelumnya bergerak di kisaran 2,4 persen-9,3 persen sepanjang tahun.
Dari sisi suplai, jumlah listing rumah seken nasional pada Desember 2025 tercatat turun 1,0 persen secara bulanan, dan dalam skala tahunan masih berada dalam tren kontraksi.
Namun yang menarik, penyusutan suplai ini tidak diikuti oleh lonjakan harga. Ini memperkuat indikasi bahwa keseimbangan pasar saat ini lebih ditentukan oleh sisi permintaan yang semakin berhati-hati dan rasional, bukan oleh kelangkaan pasokan semata.
“Ini menunjukkan bahwa pasar properti Indonesia saat ini jauh lebih matang. Harga tidak lagi naik hanya karena stok berkurang, tetapi benar-benar mengikuti kemampuan dan kebutuhan pembeli,” kata dia.