AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Pasar Smartphone Global Terus Ambruk, Penjualan Turun di Bawah 100 Juta Unit

ECONOMICS
Tangguh Yudha/MPI
Minggu, 03 Juli 2022 20:00 WIB
Penjualan smartphone global sangat memprihatinkan. Laporan terbaru menyebut penjualan turun 4% Month on Month (MoM) dan 10% Year on Year (YoY) pada Mei 2022.
Pasar Smartphone Global Terus Ambruk, Penjualan Turun di Bawah 100 Juta Unit
Pasar Smartphone Global Terus Ambruk, Penjualan Turun di Bawah 100 Juta Unit

IDXChannel - Penjualan smartphone global sangat memprihatinkan. Laporan terbaru menyebut penjualan turun 4% Month on Month (MoM) dan 10% Year on Year (YoY) pada Mei 2022.

Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor. Namun yang utama adalah inflasi, lockdown di China, dan krisis Ukraina, seperti dilansir dari Gizmochina, Minggu (3/7/2022).

Inflasi menyebabkan konsumen tetap menggunakan smartphone lama mereka dan menghindari pembelian yang tidak perlu, lockdown menghambat rantai pasokan global, dan perang menyebabkan permintaan menurun, khususnya di Eropa Timur.

Menurut firma riset pasar Counterpoint, penjualan smartphone global turun menjadi 96 juta unit pada Mei 2022. ini merupakan yang pertama kalinya penjualan anjlok hingga di bawah 100 juta unit.

“Permintaan smartphone terutama di negara maju didorong oleh penggantian, yang membuatnya menjadi pembelian yang bebas. Dan inflasi menyebabkan orang-orang menunda pembelian yang tidak penting, termasuk smartphone,” kata direktur riset Tarun Pathak.

“Penguatan dolar AS juga merugikan negara berkembang. Segmen konsumen kemungkinan akan menunggu promosi musiman sebelum membeli smartphone untuk mengimbangi beberapa tekanan biaya,” tambah Pathak.

Menurut indeks makro Counterpoint, penjualan smartphone global kemungkinan akan terus berdarah-darah sepanjang musim panas. Namun, pasar diperkirakan akan bangkit kembali selama semester 2.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD