sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pasokan LNG Terganggu Imbas Konflik Timur Tengah, Negara Asia Kembali Beralih ke Batu Bara

Economics editor Nia Deviyana
17/03/2026 19:42 WIB
Harga spot LNG di Asia telah melonjak dua kali lipat ke level tertinggi dalam tiga tahun, menjadi guncangan pasokan besar kedua dalam empat tahun terakhir.
Pasokan LNG Terganggu Imbas Konflik Timur Tengah, Negara Asia Kembali Beralih ke Batu Bara. Foto: iNews Media Group.
Pasokan LNG Terganggu Imbas Konflik Timur Tengah, Negara Asia Kembali Beralih ke Batu Bara. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Perusahaan utilitas di Asia kembali beralih ke pembangkit listrik berbahan bakar batu bara untuk menekan biaya sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi. Langkah ini terjadi di tengah perang AS–Israel dengan Iran yang mengganggu distribusi LNG dan mendorong lonjakan harga hingga berisiko menekan permintaan.

Melansir Reuters, Selasa (17/3/2026), harga spot LNG di Asia telah melonjak dua kali lipat ke level tertinggi dalam tiga tahun, menjadi guncangan pasokan besar kedua dalam empat tahun terakhir. Hal ini terjadi karena pengiriman melalui Selat Hormuz hampir sepenuhnya terhenti. Sementara Qatar, eksportir terbesar kedua dunia, menghentikan pengiriman.

Di Asia Selatan, Bangladesh meningkatkan produksi listrik dari batu bara serta impor listrik berbasis batu bara pada Maret, menurut data harian pemerintah.

Sementara itu, Pakistan berupaya lebih meningkatkan pembangkit listrik dari sumber domestik setelah penambahan energi surya membantunya menghindari terulangnya volatilitas pasokan LNG yang sebelumnya menyebabkan pemadaman luas pasca invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Di Asia Tenggara, Filipina meningkatkan penggunaan listrik berbahan batu bara dan memangkas produksi dari LNG, sementara perusahaan listrik Vietnam (EVN) mengatakan sedang bernegosiasi untuk pasokan batu bara. Thailand juga meningkatkan produksi dari pembangkit batu bara terbesar untuk menghemat penggunaan LNG.

Korea Selatan berencana menghapus batas produksi listrik dari batu bara dan meningkatkan pembangkit nuklir, sementara perusahaan utilitas terbesar Jepang, JERA, mengatakan akan mempertahankan tingkat pemanfaatan pembangkit batu bara yang tinggi.

Penggunaan gas alam terus menurun untuk pembangkit listrik Asia selama hampir satu dekade akibat meningkatnya penggunaan energi terbarukan, menurut data lembaga think thank Ember. Hal itu terjadi meskipun perusahaan energi global tetap menginvestasikan miliaran dolar untuk pertumbuhan permintaan LNG di kawasan.

Gangguan pasokan akibat perang diperkirakan menambah penurunan permintaan LNG di Asia, kata para analis dan pejabat industri, dengan harga yang kemungkinan tetap tinggi dan tidak stabil bahkan setelah krisis berakhir.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement