sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pengamat Nilai Kewajiban Pabrik Gula Rafinasi Punya Kebun Berpotensi Ganggu Iklim Investasi

Economics editor Tangguh Yudha
01/08/2026 16:00 WIB
Wacana pemerintah yang mewajibkan industri gula rafinasi memiliki kebun tebu sendiri dinilai berpotensi mengganggu iklim investasi.
Pengamat Nilai Kewajiban Pabrik Gula Rafinasi Punya Kebun Berpotensi Ganggu Iklim Investasi. (Foto: iNews Media Group)
Pengamat Nilai Kewajiban Pabrik Gula Rafinasi Punya Kebun Berpotensi Ganggu Iklim Investasi. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Wacana pemerintah yang mewajibkan industri gula rafinasi memiliki kebun tebu sendiri dinilai berpotensi mengganggu iklim investasi sekaligus mengancam keberlangsungan petani.

Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai kebijakan tersebut menciptakan ketidakpastian usaha karena memaksa industri pengolahan beralih ke sektor perkebunan, sekaligus berisiko meminggirkan petani jika tidak dibarengi skema kemitraan yang jelas.

Industri gula rafinasi sejak awal didesain sebagai industri pengolahan yang mengolah gula kristal mentah (raw sugar), bukan sebagai industri yang terintegrasi dengan perkebunan tebu. Menurutnya, apabila perusahaan diwajibkan memiliki kebun sendiri, maka akan muncul kebutuhan investasi baru dalam jumlah besar yang berpotensi mengganggu kepastian berusaha.

“Ini kan dua hal yang sangat berbeda. Satu adalah industri untuk pengolahan, lalu mereka diminta untuk menghadapi perkebunan, itu pertama. Kedua perkebunan ini kan harus melibatkan sebetulnya petani. Nah kalau diambil alih perusahaan itu nanti petaninya justru akan semakin terpinggirkan, ya kecuali ya itu seperti apa kemitraan atau apapun ya,” papar Anthony dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Ia juga mempertanyakan kesiapan lahan untuk mendukung kebijakan tersebut. Sebab, sebagian besar pabrik gula rafinasi dibangun di kawasan pelabuhan karena selama ini mengandalkan bahan baku impor berupa raw sugar. Jika perusahaan diwajibkan memiliki kebun tebu sendiri, maka persoalan logistik dan distribusi dinilai akan menjadi tantangan baru.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement