AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Penjualan Tiket Travel Agent Susut Jadi Rp155 Miliar di Awal Januari, Ini Penyebabnya

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Jum'at, 11 Februari 2022 11:49 WIB
Pauline mengatakan kebanyakan yang berangkat di Januari atau Februari adalah mereka yang tengah melakukan perjalanan bisnis.
Penjualan Tiket Travel Agent Susut Jadi Rp155 Miliar di Awal Januari, Ini Penyebabnya (FOTO:MNC Media)
Penjualan Tiket Travel Agent Susut Jadi Rp155 Miliar di Awal Januari, Ini Penyebabnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Asosiasi Travel Agent Indonesia atau ASTINDO mencatat, nilai penjualan sejumlah tiket bagi belaku usaha khususnya pariwisata di awal 2022 mencapai Rp155 Miliar atau lebih rendah dibanding bulan Maret-November hingga Rp300-800 Miliar.  

Ketua Umum PP Astindo Pauline Suharno mengatakan alasan dari rendahnya penjualan travel agen diakibatkan karena awal tahun merupakan salah satu musim yang rendah untuk melakukan perjalanan atau low season. 

“Jadi sebenarnya kalau kita melihat bulan januari-februari bahkan dari sebelum dan sepanjang pandemi pun penjualannya hanya mencapai Rp155 miliar perbulan. Awal tahun ini memang bisa dikatakan low season untuk perjalanan,” kata Ketua Umum PP Astindo Pauline Suharno dalam program Market Review IDX channel, Jumat (11/2/2022).  

Pauline mengatakan kebanyakan yang berangkat di Januari atau Februari adalah mereka yang tengah melakukan perjalanan bisnis. 

“Kalau kita melihat dari data dari tahun sebelumnya, contoh tahun lalu pun pandemi di bulan januari pun lebih rendah di banding maret ke november mencapai Rp300-800 Miliar,” urainya. 

Dengan begitu, pihak asosiasi berharap dengan sejumlah arahan dari Kementerian Periwisata khususnya dalam pembukaan kembali kawasan pariwisata di masa pandemi dapat menjadi  satu kebijakan yang ideal dan dapat kembali menggairahkan pelaku usaha di fengah pandemi Covid-19. 

“Kami sudah terdampak dan berdarah-darah selama dua tahun. Saya rasa kebijakan pemerintah melalui Kemenparekraf sudah tepat dan mereka telah melakukan sejumlah stategi dan antisipasi untuk membangkitkan semua sektor di masa pandemi,” tandasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD