AALI
10250
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1600
ACES
1445
ACST
286
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1195
ADMF
7950
ADMG
226
ADRO
1850
AGAR
352
AGII
1560
AGRO
1985
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
64
AIMS
416
AIMS-W
0
AISA
242
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
4400
AKSI
440
ALDO
720
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/10/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
514.61
-0.85%
-4.40
IHSG
6620.31
-0.58%
-38.45
LQ45
968.12
-0.85%
-8.31
HSI
25756.44
1.36%
+346.69
N225
29213.04
0.65%
+187.58
NYSE
16862.00
-0.06%
-9.70
Kurs
HKD/IDR 1,810
USD/IDR 14,092
Emas
803,589 / gram

Penyandang Disabilitas Tanpa NIK Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

ECONOMICS
Fahreza Rizky
Rabu, 28 Juli 2021 10:59 WIB
Kemendagri mendukung penuh program vaksinasi Covid-19 bagi penduduk penyandang disablitas.
Penyandang Disabilitas Tanpa NIK Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya (Dok.MNC Media)

IDXChannel – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) mendukung penuh program vaksinasi Covid-19 bagi penduduk penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pendataan Pelaksanaan Program Vaksinasi Penyandang Disabilitas di Jawa-Bali, yang dilaksanakan secara virtual, sebagaimana dikutip dari rilis Puspen Kemendagri pada Rabu (28/7/2021).

Zudan mengatakan program vaksinasi bagi penyandang disabilitas dapat terkendala. Tidak jarang penduduk penyandang disabilitas, khususnya yang tinggal di rumah singgah atau panti asuhan dan sebagainya, tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) karena adanya ketidakpastian domisili.

“Oleh karena itu, perlu dipastikan terlebih dahulu di mana penduduk yang bersangkutan itu tinggal, apakah bersama saudaranya atau di panti asuhan,” ujar Zudan.

“Solusinya, bagi yang tinggal di panti asuhan, agar dibuatkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani kepala panti asuhan tersebut. Dengan demikian, Dinas Dukcapil setempat dapat menerbitkan Kartu Keluarga yang isinya adalah nama-nama penghuni panti asuhan beserta NIK-nya,” tambah Zudan merinci.

Sebelumnya, Dukcapil pusat dan daerah telah sering melakukan kegiatan jemput bola untuk melakukan pendataan penduduk. Berbagai kebutuhan dokumen kependudukan dilayani langsung di depan pintu rumah masyarakat dalam rangka memenuhi identitas penduduk.

Hanya saja, kegiatan tersebut sementara dihentikan pasca virus Covid-19 mewabah di Indonesia. Masyarakat menjadi khawatir, kegiatan jemput bola tersebut justru memicu terbentuknya kluster penyebaran Covid-19 akibat kerumunan masa.

“Guna memenuhi identitas penyandang disabilitas di tengah pandemi, kami memberi saran agar Dinas Dukcapil daerah pro-aktif memberikan berkas F-1.01 kepada tiap-tiap panti asuhan untuk dilakukan pengisian biodata sehingga dokumen kependudukan lainnya dapat diterbitkan secara bertahap tanpa khawatir terjadi tatap muka yang menyebabkan penularan virus Covid-19,” pungkas Zudan.
 (IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD