sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perang Timur Tengah Bisa Jadi Momentum Pemerintah Perluas Insentif Energi Berbasis Listrik

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
01/04/2026 18:25 WIB
Konflik Timur Tengah dinilai bisa menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat kebijakan elektrifikasi dan memperluas insentif energi berbasis listrik.
Perang Timur Tengah Bisa Jadi Momentum Pemerintah Perluas Insentif Energi Berbasis Listrik. (Foto Istimewa)
Perang Timur Tengah Bisa Jadi Momentum Pemerintah Perluas Insentif Energi Berbasis Listrik. (Foto Istimewa)

Data menunjukkan, alokasi subsidi energi Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, subsidi energi tercatat Rp131,5 triliun, meningkat dari Rp95,7 triliun pada 2020.

Pada 2022, realisasi subsidi energi naik menjadi Rp157,6 triliun, dan kembali meningkat menjadi Rp159,6 triliun pada 2023, dengan porsi terbesar untuk subsidi BBM dan impor LPG.

Sementara itu pada 2024, kata dia, alokasi subsidi energi mencapai Rp203,4 triliun, dengan Rp114 triliun dialokasikan untuk subsidi BBM dan LPG 3 kg.

Dalam APBN 2025 pun sama, pemerintah meningkatkan alokasi anggaran subsidi energi dan kompensasi sejumlah Rp394,3 triliun atau naik 1,9 persen dibandingkan 2024. Jumlah alokasi subsidi BBM dan LPG juga naik Rp900 miliar menjadi Rp204,3 triliun.

“Dalam RAPBN 2026, pemerintah kembali mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,06 triliun, termasuk Rp105,4 triliun untuk subsidi BBM dan LPG,” katanya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement