IDXChannel - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani menilai integrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke dalam rantai pasok perusahaan besar menjadi langkah paling cepat dan realistis untuk mendorong UMKM naik kelas.
Shinta menjelaskan, selama ini UMKM kerap didorong untuk menembus pasar ekspor. Namun, menurut dia, proses ekspor bukanlah hal yang mudah bagi pelaku UMKM, baik dari sisi kesiapan produk, perizinan, hingga akses pasar.
"Yang paling cepat adalah masuk ke supply chain perusahaan besar, itu nomor satu. Itu akan mempercepat prosesnya," kata Shinta dalam acara Economic Insight 2026 yang digelar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026).
Terkait hal tersebut, dia mengakui masih terdapat tantangan besar agar UMKM dapat terhubung dengan rantai pasok korporasi. Padahal, jika UMKM berhasil masuk ke ekosistem perusahaan besar, proses peningkatan kapasitas usaha akan berjalan lebih cepat dan terarah.
Menurut Shinta, fokus pengembangan UMKM ke depan tidak hanya sebatas menciptakan pelaku usaha baru, tetapi memastikan UMKM yang sudah ada mampu meningkatkan skala dan kualitas usahanya.
"Target kita adalah dia naik kelas, bukan hanya menciptakan UMKM baru. Nah kemudian dari situ, kita mulai dengan semua sistemnya. Jadi kalau masuk supply chain perusahaan besar kan clear. Dia mengikuti perusahaan besar," kata Shinta.
Dia menilai, menciptakan UMKM baru relatif mudah karena siapa pun dapat memulai usaha dari skala kecil. Namun, tantangan sesungguhnya adalah mencetak UMKM yang mampu naik kelas dan menciptakan lapangan kerja.
"Kalau penciptaan UMKM mungkin gampang, semua bisa jadi UMKM, besok kita buka usaha sendiri dari rumah juga bisa. Tapi UMKM yang bisa naik kelas, yang bisa menciptakan lapangan kerja, nah ini yang jadi kuncinya. Sehingga kalau kita bicara tentang ekosistem UMKM, itu harus ngomong end-to-end," kata dia.