Lebih lanjut, Shinta menilai pengembangan UMKM tidak bisa dilepaskan dari keseimbangan antara sisi penawaran dan permintaan. Tanpa adanya pasar yang jelas, UMKM akan kesulitan berkembang meskipun kualitas produknya baik.
"Jadi supply demand ini mesti jalan bersamaan. Kalau marketnya nggak ada, dia mau supply untuk siapa? Kalau demandnya ada dari segi ekspor, misalnya, oh ini bagus, gelasnya bagus, saya mau beli ini, seribu, dia langsung panik, gimana caranya bisa produksi seribu biji? Economic of skill-nya nggak ada, harganya tidak kompetitif. Jadi ini harus end-to-end," kata Shinta.
(NIA DEVIYANA)