AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Perkuat Keamanan Siber dan Ekonomi Digital, Indonesia Jajaki Kerjasama dengan Bulgaria

ECONOMICS
Heri Purnomo
Senin, 27 Juni 2022 22:29 WIB
Pertemuan digagas untuk membahas potensi pengembangan kerjasama terkait riset siber dan pengembangan sektor digital. 
Perkuat Keamanan Siber dan Ekonomi Digital, Indonesia Jajaki Kerjasama dengan Bulgaria (foto: MNC Media)
Perkuat Keamanan Siber dan Ekonomi Digital, Indonesia Jajaki Kerjasama dengan Bulgaria (foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar pertemuan dengan Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia. Pertemuan digagas untuk membahas potensi pengembangan kerjasama terkait riset siber dan pengembangan sektor digital. 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, menjelaskan langkah itu bertujuan untuk memperkuat keamanan informasi dalam mencegah serangan siber serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

“Pagi ini saya dikunjungi Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, H.E. Petar Andonov, untuk mendiskusikan potensi kerja sama kedua negara di sektor digital. Termasuk secara khusus membahas soal penanganan di bidang keamanan informasi untuk mencegah serangan siber agar penegak hukum di Indonesia dan Bulgaria bisa menanganinya secara serius,” ujar Johnny, dalam keterangan resminya, Senin (27/6/2022). 

Menurut Johnny, Indonesia dan Bulgaria bersama-sama mengharapkan ruang digital yang sehat dan bermanfaat bagi seluruh warga di kedua negara, bahkan seluruh masyarakat dunia.

“Karena itu, Pemerintah kedua negara sepakat untuk tidak memberikan ruang bagi serangan siber. Apakah itu malware, phising atau semua jenis serangan siber termasuk didalamnya unethical hackers. Kami tidak memberikan ruang yang memadai dan mengharapkan masyarakat dapat mengisi ruang digital yang sehat dan diisi sepenuhnya dengan hal-hal yang bermanfaat,” tutur Johnny.

Sebagai bagian dari Uni Eropa, menurut Johnny, Bulgaria juga membuka ruang kerja sama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui pengembangan startup digital di masing-masing negara.

“Kita menyambut baik semua kerja sama baik bilateral maupun dengan Bulgaria sebagai pintu atau gerbang (gate) untuk Uni Eropa. Indonesia sendiri memiliki pertumbuhan ekonomi digital sangat tinggi, dan tentu ini menarik minat dunia usaha dan sektor digital dari Bulgaria,” katanya. 

Bahkan, Indonesia juga membuka ruang kerja sama yang luas dengan tetap mengedepankan tata kelola data ruang digital dapat berlangsung dengan baik. Isu tersebut, menurut Menkominfo menjadi salah satu agenda Presidensi G20 Indonesia.

“Tadi kami juga saling bertukar informasi tentang agenda-agenda prioritas yang berkaitan dengan Keketuaan Indonesia dalam Group of Twenty (G20) tahun ini, secara khusus di Forum Digital Economy Working Group (DEWG),” ungkapnya.

Johnny menjelaskan pelaksanaan DEWG Presidensi G20 Indonesia merupakan yang pertama kali dan diketuai Indonesia setelah elevasi dari Digital Economy Task Force (DETF) Presidensi G20 Italia, pada bulan Agustus tahun 2021 lalu. Menkominfo menyatakan Pemerintah Indonesia telah menetapkan tiga agenda atau isu prioritas dalam penyelenggaraan DEWG.

“Seperti Post Covid-19 Recovery and Connectivity, Digital Skills and Digital Literacy, serta Cross-Border Data Flow and Data Free-Flow with Trust. Ketiga isu ini kami diskusikan, khususnya yang sebentar lagi dibicarakan, yaitu DEWG 3rd meeting and Side Session: Workshop on the Idenfication of Measures in Balancing Interest of Multistakeholders on Cross-Border Data Flow, yang akan dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada  20 sampai 23 Juli mendatang," ungkap Johnny.

Dalam diskusi tersebut telah dibahas tentang bagaimana kerja sama penanganan aliran data lintas batas dan bagaimana meletakkan pondasi yang kuat untuk. pemahaman Cross-Border Data Flow. Johnny menyebut diskusi mengenai ketiga isu tersebut diharapkan akan menjadikan ruang digital bermanfaat dan data yang bernilai tinggi secara ekonomis. Selain itu juga memperhatikan aspek kedaulatan data dalam kaitan dengan geopolitik dan geostrategis. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD