Lewat adendum ini, kata Rizal, kedua pihak memperluas ruang lingkup kerja sama yang mencakup pengembangan smart farming berbasis teknologi terkini termasuk optimalisasi infrastruktur pengolahan pangan.
Selain itu, modernisasi pergudangan, diversifikasi pangan, diseminasi produk bersama, komunikasi publik, hingga pengembangan jaringan pangan.
Lebih lanjut Rizal mengatakan kerja sama juga diperkuat dengan penambahan fokus pada pemanfaatan teknologi pengawetan makanan serta riset dan inovasi teknologi radiasi untuk pengawetan pangan, sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas, daya simpan, dan efisiensi distribusi pangan nasional.
"Dengan penandatanganan adendum ini, Perum Bulog berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan," kata Rizal.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan kolaborasi itu menjadi bagian penting dalam mendorong hilirisasi riset agar dapat langsung dimanfaatkan oleh sektor strategis.
"Kolaborasi antara BRIN dan Perum Bulog merupakan langkah konkret untuk memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium. Tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam mendukung sistem pangan nasional yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,” kata Arif.
(Nur Ichsan Yuniarto)