AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Permintaan Chip Melonjak, Ekspor Industri Korsel Melesat 34 Persen

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 01 September 2021 12:16 WIB
Nilai ekspor industri Korea Selatan dilaporkan meningkat pada Agustus 2021.
Nilai ekspor industri Korea Selatan dilaporkan meningkat pada Agustus 2021. (Foto: MNC Media)
Nilai ekspor industri Korea Selatan dilaporkan meningkat pada Agustus 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Nilai ekspor industri Korea Selatan dilaporkan meningkat pada Agustus 2021, didorong oleh kuatnya permintaan chip memory untuk industri teknologi, petrokimia (olahan minyak mentah), dan aneka bahan-bahan baku lainnya.

Kementerian Perdagangan setempat mencatat tidak ada hambatan yang signifikan dalam industri ekspor, melainkan hanya tingkat penyebaran varian delta Covid-19 di negara itu.

"Meskipun ada kekhawatiran mengganggu produksi, penyebaran varian Delta baru-baru ini, dampaknya terhadap ekspor terlihat terbatas sejauh ini," kata Kemendag Korsel dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Rabu (1/9/2021).

Data menunjukkan ekspor Korsel melesat 34,9% pada Agustus 2021, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai 29,6%.

Data tersebut merinci ekspor semikonduktor, petrokimia, dan mobil berturut-turut melonjak 43%, 81,5%, dan 16,9%. Sedangkan perangkat wireless, produk kesehatan, dan baterai masing-masing meningkat 62,2%, 17,1%, dan 10,9%.

Berdasarkan tujuan, keseluruhan ekspor Korsel berada di wilayah China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa yang mengalami kenaikan masing-masing 26,8%, 38,1%, dan 41,6%.

"Meskipun penyebaran varian Delta di tingkat global dan tertundanya pengiriman masih menjadi risiko, bagaimanapun, Kementerian akan melakukan upaya besar-besaran untuk mempertahankan momentum ekspor di paruh kedua tahun ini." tegasnya.

Sementara itu data Impor Korea Selatan ikut tumbuh 44,0% dari tahun sebelumnya, dan membawa neraca perdagangan surplus US$1,67 miliar.

Negeri Ginseng mencatat rekor jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan hingga akhir liburan musim panas. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD