Pabrik baterai listrik CATIB di Karawang, Jawa Barat, digadang-gadang sebagai salah satu manufaktur strategis untuk mendukung program electrifikasi di dalam negeri. Dalam implementasinya, IBC menggandeng CBL yang merupakan bagian dari produsen baterai asal China, CATL.
Fasilitas produksi CATIB pada tahap awal memiliki kapasitas 6,9 Gigawatt Hour (GWh) dan akan bertambah lagi sebanyak 8,1 GWh pada tahap berikutnya. Dari pabrik ini, akan dihasilkan sejumlah produk berupa baterai untuk Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Battery Energy Storage System (BESS). Total, proyek ini menelan investasi sebesar USD1,1 miliar.
“Untuk tahap awal paling tidak kita sudah menyerap sekitar Rp4 triliun investasinya,” kata Aditya.
Adapun untuk jenis baterai yang dihasilkan dari pabrik tersebut adalah manganese cobalt (NMC) dan lithium iron phosphate (LFP). Kedua model baterai ini merupakan komponen penting dari kendaraan listrik yang digunakan oleh para produsen mobil listrik.
Menurut Aditya, IBC selaku pengembang baterai listrik melihat pasar ke depan sangat menjanjikan, terutama didukung oleh penggunaan kendaraan listrik yang kian bertambah dan kebutuhan akan sistem penyimpanan listrik dari berupa BESS.