Dia menambahkan, Pertamina terus berkoordinasi dengan para stakeholder dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk terus memantau kondisi terkini kapal beserta awaknya.
"Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder baik dari Kementerian Luar Negeri maupun tiap pihak terkait yang bisa menyampaikan atau mengamankan aset kami dan para awak kapal yang berada di sana," Kata Baron.
Sebagai informasi, penutupan Selat Hormuz ini menjadi eskalasi terbaru sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke negara itu, Sabtu, hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.
Akibatnya, Iran membalas dendam dengan menembakkan rudal ke Israel dan negara Teluk yang menjadi basis pangkalan militer tentara AS, seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA, dan Arab Saudi. Hizbullah, kelompok militer faksi Iran di Lebanon, juga mengatakan akan membela Iran dan membalas kematian Khamenei.